Golkar Nilai Kemarahan Jokowi Untuk Tingkatkan Kinerja, Bukan Reshuffle

Rabu, 1 Juli 2020 12:02 Reporter : Bachtiarudin Alam
Golkar Nilai Kemarahan Jokowi Untuk Tingkatkan Kinerja, Bukan Reshuffle Jokowi pakai face shield blusukan di Pasar Tangguh Semeru. ©2020 Biro Pers Sekretariat Presiden

Merdeka.com - Ketua DPP Golkar, Bobby Adhityo Rizaldi menilai teguran keras Presiden Joko Widodo kepada para menteri pada Sidang Kabinet jangan selalu diartikan reshuffle. Sebab bisa dimaknai upaya Jokowi untuk memberikan kesempatan kepada menteri kabinet untuk meningkatkan kinerjanya.

"Statement Presiden harus dimaknai sebagai upaya meningkatkan kinerja, bukan melulu reshuffle," katanya saat dihubungi merdeka.com, Rabu (1/7).

Menurutnya, formasi kabinet saat ini perlu dipertahankan, karena baik dari rekam jejak yang luar biasa dan hasil yang sampai saat masih cukup. Jadi, dia melihat teguran Presiden Jokowi bukan soal reshuffle.

"Terlalu dini untuk melakukan evaluasi kinerja, utamanya karena baru di awal periode langsung ada bencana wabah pandemi yang bersifat global internasional. Kalau melihat formasi kabinet saat ini, cukup solid, semua sektor bertanggung jawab, dan indikator penanganan Covid-19, termasuk terbaik di regional kawasan," tuturnya.

Oleh sebab itu, Bobby melihat yang diperlukan Presiden adalah loyalitas dari kabinetnya dalam bekerja di tengah Pandemi Covid-19 yang saat ini menjadi tugas berat.

"Melihat di belahan dunia lain, menteri-menteri seenaknya saja mundur dan terbukti penggantinya tidak bisa lebih baik, dikarenakan situasi seperti sekarang memerlukan adaptasi penyesuaian yang lebih, dibanding situasi ceteris paribus (kondisi yang sama) seperti 2019 kemarin," jelasnya.

Baca Selanjutnya: Termasuk perkataan Presiden Jokowi yang...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini