Gibran Jadi Sorotan Usai Salah Ucap Asam Sulfat, TKN: Namanya Keselip Lidah dan Omongan Hal Biasa

Nusron kemudian menjelaskan soal Gibran yang tak muncul dalam dialog cawapres.

Muhammad Genantan Saputra
Gibran Jadi Sorotan Usai Salah Ucap Asam Sulfat, TKN: Namanya Keselip Lidah dan Omongan Hal Biasa
Gibran Jadi Sorotan Usai Salah Ucap Asam Sulfat, TKN: Namanya Keselip Lidah dan Omongan Hal Biasa (Merdeka.com)


Gibran Jadi Sorotan Usai Salah Ucap Asam Sulfat, TKN: Namanya Keselip Lidah dan Omongan Hal Biasa

Menurutnya, tak perlu mencari-cari kesalahan seseorang.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Cawapres nomor urut 2 Gibran Rakabuming Raka belakangan menjadi sorotan publik lantaran salah mengucapkan asam folat menjadi asam sulfat. Tak sedikit cibiran terhadap Gibran karena perkataannya yang salah itu.

Istilah Belimbing Sayur pun juga muncul jadi perbincangan netizen lantaran Gibran kerap absen acara dialog cawapres.


Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Nusron Wahid mengatakan, bahwa sorotan terkait asam sulfat sudah dikoreksi oleh Gibran. Menurutnya, tak perlu mencari-cari kesalahan seseorang.

"Namanya cawapres itu manusia biasa. Namanya keselip lidah dan omongan merupakan hal yang biasa. Kalau kemudian digoreng namanya mencari-cari. Lagi pula Mas Gibran juga sudah minta maaf dan menkoreksinya," kata Nusron lewat pesan singkat, Kamis (7/12).



Nusron kemudian menjelaskan soal Gibran yang tak muncul dalam dialog cawapres. 

<br>Nusron kemudian menjelaskan soal Gibran yang tak muncul dalam dialog cawapres.&nbsp;
Dok. Istimewa

Dia menyebut, TKN memilah-malah ke mana semestinya Prabowo-Gibran hadir ke suatu forum.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Politikus Golkar ini melanjutkan, Prabowo-Gibran lebih mengutamakan hadir ke forum resmi seperti yang diadakan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

"Absen di debat mana? Dimana Mas Gibran absen adu gagasan? Kalau ada pihak-pihak lain yang mengundang Capres atau Cawapres untuk kepentingan rating medianya atau mengamankan agenda yang mengundang," ucapnya.



"Tentunya pihak kami sebagai tim berhak memilih mana yang skala prioritas dihadiri mana yang tidak. Wong kehadiran di suatu acara itu tidak kewajiban, kenapa diributkan. Kecuali kalau tidak datang ke undangan KPU baru kita larang," pungkasnya.

merdeka.com

Rekomendasi