Gaet pemilih pemula, KPUD Jabar gandeng pihak kampus sosialisasi pilkada

Rabu, 7 Februari 2018 04:03 Reporter : Aksara Bebey
Gaet pemilih pemula, KPUD Jabar gandeng pihak kampus sosialisasi pilkada Ilustrasi Pilkada Serentak. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat mengaku kesulitan dalam meningkatkan partisipasi pemilih dalam pemilihan kepala daerah. Sebagai solusi, akan digandeng akademisi dari kampus untuk membantu melakukan sosialisasi, khususnya kepada pemilih pemula.

Hal itu mengemuka pada acara penandatanganan nota kesepahaman dan perjanjian kerjasama antara KPU Provinsi Jawa Barat dengan 30 perguruan tinggi di Jawa Barat di Aula Setia Permana Jl. Garut No. 11 Bandung (6/2).

Ketua KPU Jabar, Yayat Hidayat, berharap kerjasama yang dijalin bisa menambah angka partisipasi pemilih. Menurutnya, tingkat partisipasi pemilih terus melorot dari semula bisa di atas 80 persen, saat ini berada di angka 70 persen sulit.

"KPU Jabar menggulirkan sekitar 500 kegiatan sosialisasi. Salah satu kelompok sasarannya adalah mahasiswa," katanya dari siaran pers yang diterima

Ia menilai rendahnya partisipasi pemilih termasuk mahasiswa dipengaruhi berbagai faktor. Pertama adalah kesadaran tentang pentingnya Pilkada, faktor kedua bisa jadi karena informasi yang terbatas.

"Kami menyadari, kalau tidak dibantu lembaga lain, kami akan sulit menyebarluaskan informasi di kalangan mahasiswa," ucapnya.

Sementara itu, Presiden Direktur CEPP (Center for Election and Political Party) Universitas Indonesia, Chusnul Mar'iyah menyatakan konsep yang ditawarkan bersifat electainment atau election entertainment, di mana pesan yang disampaikan dalam sosialisasi disisipi oleh hiburan. Salah satu medianya bisa dengan musik.

Dia juga minta KPU menjaga kerjasama yang baik dengan perguruan tinggi termasuk mengenai sistem pelaporannya agar semuanya bisa berjalan lancar tanpa hambatan.

"Di sini ada pemilih pemula, sehingga pendekatannya sesuai dengan karakter anak muda. Pemilu di Jawa Barat sangat menarik karena sebagai yang terbesar di Indonesia. Pantas kalau Uni Eropa menyebut the most complex election on the world," ungkapnya. [lia]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Pilkada Jabar
  3. Jakarta
  4. Pilkada Serentak
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini