Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Jawa Timur, Emil Dardak mengajak para mahasiswa menjadi generasi kreatif dan produktif membangun desa. Keterlibatan mahasiswa, sebagai perwujudan peran pemuda mempercepat pengentasan kemiskinan di pedesaan.
"Kalau pemuda-pemuda itu kembali ke desa sebagai generasi kreatif, generasi produktif, maka kita bisa lebih cepat mengatasi kemiskinan di pedesaan," tegas Emil Dardak usai menjadi pembicara Seminar Nasional Meningkatkan Peran Pemuda Dalam Membangun Desa Berkelanjutan untuk Indonesia Baru di Universitas Merdeka Malang, Senin (23/4).
Emil yang juga Bupati non aktif Trenggalek itu diminta berbicara tentang pengalamannya melibatkan pemuda dalam membangun daerahnya. Suami artis Arumi Bachsin itu menceritakan pengalamannya memberikan ruang pada pemuda dalam mengembangkan ekonomi kreatif.
"Bagaimana tidak sekadar melakukan workshop, tetapi memberikan mentoring selama hampir setahun kepada 100 pengusaha muda dari keluarga kurang mampu," kisahnya.
Emil juga berbicara tentang konsep pembangunan desa yang menurutnya harus menitikberatkan pada sinergi antara desa dan putra-putra daerah. Putar dan putri daerah yang sudah merantau dan memiliki jaringan luas, harus bisa memberikan bantuan konkret dalam bentuk pengetahuan kepada daerah asalnya.
"Sehingga ilmu tersebut bisa dikembangkan, potensi ekonominya juga dengan lebih maksimal. Bisa bersinergi dengan lembaga-lembaga yang ada di luar itu," katanya.
Konsep tersebut, menurutnya layak diterapkan di manapun termasuk di Jawa Timur. Karena Jawa Timur salah satu tantangannya adalah kemiskinan di pedesaan.
"Karena Jawa Timur salah satu tantangannya bagaimana kemiskinan di pedesaan bisa diakselerasi penurunannya," terangnya.
Pasangan Cagub Khofifah Indar Parawansa itu pun meminta agar pemuda mengenali dirinya sendiri. Selain itu juga berpesan agar pemuda tidak kapok untuk sering mencoba untuk mencari banyak pengalaman.
"Mumpung masih muda, lakukan banyak hal, karena di situ kita mengenal diri kita. Bagaimana kita menghadapi kegagalan dan kesuksesan, setiap tantangan berbeda-beda. Kita bisa menengok, oh ternyata kekuatan saya itu di sini. Kelemahan kita di sini, kalau kita tidak pernah mencoba, mencari pengalaman, maka tidak akan pernah dapat informasi itu," urainya.