Dugaan Pelanggaran Kampanye Gubernur Bali Ditingkatkan ke Tahap Penyelidikan

Senin, 11 Maret 2019 19:17 Reporter : Moh. Kadafi
Dugaan Pelanggaran Kampanye Gubernur Bali Ditingkatkan ke Tahap Penyelidikan Menristekdikti Mohammad Nasir di peringatan Hari Teknologi Nasional. ©2019 Istimewa

Merdeka.com - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Bali, melakukan Rapat Pleno terkait dugaan kampanye yang dilakukan oleh Gubernur Bali Wayan Koster.

"Hari ini, kami sudah melakukan rapat pleno. Kami secara musyawarah mufakat menyepakati bahwa hasil investigasi yang sudah dilakukan dijadikan sebagai temuan oleh Bawaslu Provinsi Bali," ucap Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi selaku Koordinator Divisi Hukum, Data dan Informasi Bawaslu Bali, saat ditemui di Kantor Bawaslu, Renon, Denpasar, Bali, Senin (11/3) sore.

Raka Sandi menjelaskan, sesuai dengan ketentuan mekanisme yang ada tentang dugaan pelanggaran pemilu. Pihaknya membahas dalam rapat pleno dengan Sentra Penegakkan Hukum Terpadu (Sentra Gakkumdu) Provinsi Bali, Polda Bali, serta Kejaksaan Tinggi Provinsi Bali.

"Hasil rapat dengan Sentra Gakkumdu itu, menyepakati untuk dilanjutkan ke tahap penyelidikan atau klarifikasi. Terhadap hal ini, Sentra Gakkumdu dan Bawaslu Bali bersama pihak Polda Bali dan Kejaksaan Tinggi Bali, memiliki waktu 14 hari kerja sejak hari ini," ujarnya.

Raka Sandi juga memaparkan, untuk hasil investigasi terkait dugaan pelanggaran pemilu itu baru dasar. Saat ini, sudah masuk dalam tahap penyelidikan atau klarifikasi dan selanjutnya baru penyidikan.

"Kalau kemarin, baru memastikan peristiwanya. Bahwa peristiwa itu terjadi tempatnya dimana, kemudian siapa subjek hukum yang diduga melakukan itu, dan apa jenis kategori peristiwanya," paparnya.

Bawaslu Bali Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi 2019 Merdeka.com/kadafi


Raka Sandi juga mengatakan, bahwa dugaan kampanye tersebut sudah teregistrasi. Namun, untuk pemanggilan siapa saja yang akan dipanggil untuk penyelidikan, pihaknya belum bisa memberikan informasi.

"Kami belum bisa menyebutkan siapa-siapa saja. Sama halnya terhadap investigasi kemarin. Tetapi, yakinlah kami akan bekerja. Ada yang langsung kami sampaikan kepada publik. Hal ini, masih dalam proses sekiranya menghindari ke simpang siuran tentu belum bisa kita sampaikan," ujarnya.

"Namun pada saatnya tentu, sesuai dengan prinsip keterbukaan. Kami akan menyampaikan hasilnya nanti," tambah Raka Sandi.

Raka Sandi juga mengatakan, bahwa Bawaslu Bali meminta untuk memberikan waktu dalam dugaan pelanggaran kampanye tersebut.

"Oleh karena itu, kami mohon diberikan ruang dan waktu untuk bisa melaksanakan tugas dengan baik, suasana yang kondusif. Dengan harapan bisa menyelesaikan dengan baik dalam ketentuan peraturan Perundang-undangan yang berlaku," tandas Raka Sandi.

Seperti dalam pemberitaan, sebelumnya pada Minggu (17/2) lalu, di Lapangan Renon, Koster hadir untuk memberi sambutan dalam acara Milenial Safety Road Festival yang diinisiasi Polda Bali. Namun, tiba-tiba di hadapan ribuan pengunjung, Koster mengampanyekan untuk memilih Jokowi. Padahal, ia diundang sebagai Gubernur dalam acara tersebut. [rnd]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini