Demokrat tak akan halangi TGB jika ingin jadi Cawapres Jokowi

Selasa, 10 Juli 2018 17:17 Reporter : Hari Ariyanti
Demokrat tak akan halangi TGB jika ingin jadi Cawapres Jokowi Gubernur Nusa Tenggara Barat TGB Zainul Majdi. ©2018 Merdeka.com/Aksara Bebey

Merdeka.com - Gubernur NTB, M Zainul Majdi menyatakan dukungan kepada Presiden Joko Widodo memimpin selama dua periode. Hal tersebut menuai polemik, karena TGB merupakan anggota Majelis Tinggi Demokrat, yang partainya belum menentukan sikap.

Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bertemu dengan sejumlah pengurus Partai Demokrat untuk membahas manuver TGB, Selasa (10/7). Demikian disampaikan Ketua DPP Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean.

"TGB itu sampai hari ini masih kader Partai Demokrat. Tadi kami rapat dengan ketua umum di kediaman beliau di Mega Kuningan. SBY menyampaikan secara tegas bahwa sampai saat ini TGB masih kader Partai Demokrat, tidak pernah mengundurkan diri dan tidak pernah dimundurkan atau diberhentikan," jelasnya di DPP Partai Demokrat Wisma Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (10/7).

Setelah bermanuver, TGB disebut-sebut berpotensi akan ditarik menjadi cawapres Jokowi. Mengenai hal ini, Ferdinand mengatakan, pihaknya tidak mempermasalahkan. Namun kemungkinan Demokrat tak akan mendukung karena di luar kebijakan partai.

"Karena itu di luar garis kebijakan partai tentu kami akan kembali membicarakannya di partai apakah mendukung atau tidak," cetusnya.

Dia mengatakan, manuver TGB sah-sah saja karena haknya sebagai individu. Demokrat tak menghalangi TGB menyampaikan manuvernya, termasuk tak akan menghalangi keinginan TGB jika ingin berkarier ke posisi yang lebih tinggi.

"Partai Demokrat tidak boleh menghalangi itu. Tetapi kalau Pak TGB ingin bermanuver lebih luas ada baiknya beliau menentukan sikapnya di Partai Demokrat, apakah beliau ingin mengundurkan diri boleh saja atau bagaimana, sebaiknya komunikasi dengan partai," jelasnya.

"Partai Demokrat tak akan menghalang-halangi, tak akan menghambat dan melarang kalau TGB dibawa Jokowi menjadi wakilnya," sambungnya.

Ferdinand meminta TGB mempertegas sikap politiknya. Pasalnya Demokrat memiliki etika politik yang harus diikuti kadernya. Pejabat partai tak boleh mendahulii sikap resminya.

"Kalau ingin mendahului sikap, apalagi sampai saat ini Partai Demokrat belum menenukan sikap, ada baiknya dipertimbangkan," jelasnya. [rnd]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini