Demokrat nilai duet Prabowo-AHY bakal jadi lawan berat Jokowi

Sabtu, 7 Juli 2018 13:45 Reporter : Yunita Amalia
AHY bertemu Prabowo. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Prediksi Prabowo Subianto-Agus Harimurti Yudhoyono sebagai pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden semakin menguat setelah ketua umum kedua partai Demokrat dan Gerindra bakal melakukan pertemuan. Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Rachland Nasidik mengatakan Prabowo-AHY merupakan pasangan tepat untuk berkompetisi bersaing dengan Joko Widodo sebagai calon Presiden petahana.

Rachland mengatakan jika Prabowo mengamini putra sulung dari mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu mendampingi sebagai Wakil Presiden maka unsur pemilih telah terwakili.

"Dalam Bahasa Inggris bahwa my word is my bound katanya begitu maka Pak Prabowo katakan dia memang ada satu kebutuhan ada jarak usia yang sangat jauh antara beliau dengan para pemilih pemula maka dia membutuhkan seorang yang memiliki kedekatan dengan pemilih pemula dan dianggap AHY (Agus Harimurti Yudhoyono) adalah orang yang tepat. Di samping cakap, tetapi juga punya jaraknya usia yang tidak terlalu jauh," ujar Rachland dalam satu acara diskusi di Jakarta Pusat, Sabtu (7/7).

Ada banyak faktor yang dianggap Rachland pasangan Prabowo-AHY menjadi pasangan berat bagi Jokowi di antaranya adalah permasalahan ekonomi. Dia mengatakan, di tengah kondisi ekonomi saat ini prean pemerintah sedianya mampu menekan segala gejolak ekonomi. Di era pemerintahan SBY saat itu, imbuh Rachland, pemerintah cakap menangani persoalan ekonomi.

Selain itu dikatakan oleh Rachland bahwa dukungan Prabowo-AHY ikut serta menjadi peserta Pilpres guna mengupayakan kedudukan sekaligus citra Indonesia di mata dunia.

"Mengembalikan nama besar Indonesia di mata para pemimpin dunia. Menjadikan kembali bangsa yang sejajar dengan bangsa-bangsa lain. Itu harus disepakati dan dibicarakan dan itu harus jadi project dan disepakati dari awal oleh dengan siapa kami berkoalisi," tukasnya.

Ketertarikan agar Agus maju sebagai Cawapres bahkan diutarakan langsung oleh Prabowo Subianto yang digadang-gadang bakal kembali maju Pilpres 2019.

"Saya mengatakan kita pun melirik saudara AHY," kata Prabowo di rumahnya, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Jumat (6/7).

Wacana duet Prabowo-AHY di Pilpres 2019 muncul usai Wakil Ketua Umum Partai Demokrat menemui Prabowo di rumahnya, Kamis (5/7) malam. Prabowo mengklaim terbuka opsi berduet dengan AHY. Namun, wacana itu harus dibahas bersama 2 calon mitra koalisi Gerindra, yaitu PKS dan PAN.

"Saya sampaikan ke pak Syarief Hasan kita tidak ada masalah kita welcome. Tapi saya ingin, karena saya sudah terlanjur bekerja sama erat dengan PKS dan PAN berarti kita harus perlu ada konsensus karena kita ingin suatu koalisi yang kuat ke depannya," ucapnya.

Mantan Danjen Kopassus ini menyinggung lagi soal Indonesia yang kehilangan kedaulatan, terutama di bidang ekonomi. Baginya, kemerdekaan Indonesia sia-sia jika rakyat miskin dan aset negara dikuasai asing.

"Tanpa kedaulatan ekonomi tidak Ada gunanya kemerdekaan. Kalau rakyat kita miskin, semua aset dikuasai orang asing, tidak ada gunanya kita merdeka. Jadi ini yang kita ingin adakan perubahan, ini ya ditangkap semua kandidat kita dimana-mana," ujarnya. [eko]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini