Hujan Diprediksi Tinggi hingga 2027, Aceh Barat Perkuat Kesiagaan

Kesiapsiagaan diperlukan untuk menekan risiko dan dampak bencana, terutama korban jiwa.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Hujan Diprediksi Tinggi hingga 2027, Aceh Barat Perkuat Kesiagaan
Bupati Aceh Barat Tarmizi usai mengikuti Apel Siaga Antisipasi Dampak Peningkatan Intensitas Curah Hujan di Lapangan Bola Kaki Teuku Umar, Kecamatan Johan Pahlawan. (Istimewa)

Pemerintah Kabupaten Aceh Barat memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana seiring prediksi tingginya intensitas curah hujan hingga awal 2027.

Langkah tersebut ditandai dengan Apel Siaga Antisipasi Dampak Peningkatan Intensitas Curah Hujan di Lapangan Bola Kaki Teuku Umar, Kecamatan Johan Pahlawan, Kamis (8/10/2026). 


Apel dipimpin Danrem 012/Teuku Umar Kolonel Infanteri Windarto dan dihadiri Bupati Aceh Barat Tarmizi, Wakil Bupati Said Fadheil, unsur Forkopimda, Sekda, instansi vertikal serta seluruh kepala SKPK.

Bupati Aceh Barat Tarmizi mengatakan kesiapsiagaan diperlukan untuk menekan risiko dan dampak bencana, terutama korban jiwa. Menurut dia, prediksi cuaca menunjukkan curah hujan masih berpotensi tinggi hingga awal 2027.

“Kita belajar dari pengalaman tahun yang lalu, prediksi BMKG sesuai dan juga prediksi BMKG pada tahun ini sampai awal tahun 2027 intensitas hujan akan tinggi, dan berdasarkan pengumuman yang dirilis baru-baru ini wilayah barat selatan Aceh paling tinggi curah hujannya,” kata Tarmizi.

Sejumlah wilayah di kawasan barat selatan Aceh, kata dia, telah mengalami banjir dan kerusakan infrastruktur. Kondisi tersebut menjadi bahan evaluasi bagi Aceh Barat untuk memperkuat langkah mitigasi sebelum bencana terjadi.

“Oleh karena itu kita ingin ada langkah mitigasi supaya meminimalisir dampak dari musibah terutama agar tidak ada korban jiwa. Dalam hal ini ada kolaborasi semua stakeholder yang nantinya kita atas nama kabupaten sudah siap dan mensosialisasikan kepada masyarakat agar siaga dan waspada terhadap bencana,” ujarnya.

Tarmizi menegaskan bencana alam tidak dapat dicegah sepenuhnya. Namun, dampaknya dapat ditekan apabila pemerintah, aparat, dan masyarakat memiliki kesiapan menghadapi kondisi darurat.

 

Siapkan Kebutuhan Masyarakat

Pemerintah Kabupaten Aceh Barat memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana seiring prediksi tingginya intensitas curah hujan hingga awal 2027.
Pemerintah Kabupaten Aceh Barat memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana seiring prediksi tingginya intensitas curah hujan hingga awal 2027.

Kesiapsiagaan tidak hanya berkaitan dengan penanganan bencana, tetapi juga memastikan kebutuhan masyarakat tetap tersedia jika terjadi gangguan distribusi.

Tarmizi mengatakan Pemkab Aceh Barat akan berkoordinasi dengan distributor makanan, Pertamina, serta pemilik SPBU untuk mengantisipasi penimbunan dan permainan harga kebutuhan pokok, termasuk gas.

“Kita juga akan segera memanggil distributor makanan, Pertamina dan pemilik SPBU sehingga nanti tidak ada penimbunan ataupun permainan harga barang termasuk gas dan lain-lain, makanya kita antisipasi dari awal,” ujarnya.


Apel Siaga Digelar di 12 Kecamatan

Sebelum apel siaga tingkat kabupaten, Pemkab Aceh Barat telah menggelar apel serupa di 12 kecamatan. Kegiatan tersebut melibatkan unsur Forkopimda, Muspika, tokoh masyarakat, keuchik, ketua pemuda, dan Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas).

Menurut Tarmizi, apel siaga tingkat kabupaten menjadi bagian dari konsolidasi seluruh unsur untuk memastikan kesiapan menghadapi kemungkinan bencana.

“Sebelumnya Pemkab Aceh Barat sudah melakukan apel siaga di 12 kecamatan yang melibatkan dari unsur Forkopimda, Muspika, tokoh masyarakat, keuchik, ketua pemuda dan Satlinmas, semuanya sudah selesai dan hari ini apel siaga akbar se-kabupaten,” katanya.

Sementara itu, Danrem 012/Teuku Umar Kolonel Infanteri Windarto menyatakan TNI siap mendukung langkah mitigasi yang dilakukan Pemkab Aceh Barat dalam menghadapi potensi bencana akibat peningkatan curah hujan.

Rekomendasi