DLH Kota Semarang dan Damkar Intensifkan Pencegahan Kebakaran TPA Jatibarang

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang dan Dinas Pemadam Kebakaran bersinergi mengintensifkan upaya pencegahan kebakaran di TPA Jatibarang melalui pendinginan rutin, menyikapi musim kemarau panjang.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
DLH Kota Semarang dan Damkar Intensifkan Pencegahan Kebakaran TPA Jatibarang
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang dan Dinas Pemadam Kebakaran bersinergi mengintensifkan upaya pencegahan kebakaran di TPA Jatibarang melalui pendinginan rutin, menyikapi musim kemarau panjang. (AntaraNews)

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang mengambil langkah proaktif untuk mencegah potensi kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatibarang. Mereka menggandeng Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Semarang dalam upaya ini. Kolaborasi ini bertujuan untuk mengantisipasi risiko kebakaran yang meningkat selama musim kemarau panjang.

Langkah pencegahan utama yang diintensifkan adalah pendinginan rutin di zona-zona rawan kebakaran. Proses ini melibatkan penyemprotan air ke area tumpukan sampah yang berpotensi menimbulkan titik api. Kegiatan ini dilakukan secara berkala untuk menjaga kelembaban dan mengurangi risiko penyalaan.

Kepala DLH Kota Semarang, Glory Nasarani, menjelaskan bahwa pendinginan kini dijadwalkan setiap dua hari sekali. Intensitas ini ditingkatkan dari rencana awal seminggu sekali demi mencegah hal-hal yang tidak diinginkan di lokasi TPA Jatibarang.

Sinergi DLH dan Damkar dalam Pencegahan Kebakaran

DLH Kota Semarang dan Dinas Damkar Kota Semarang telah menjalin kerja sama erat dalam program pencegahan kebakaran di TPA Jatibarang. Sinergi ini merupakan tindak lanjut dari apel siaga bersama yang telah dilaksanakan sebelumnya. Kedua instansi berkomitmen untuk menjaga keamanan lingkungan dari bahaya kebakaran sampah.

Kepala DLH Kota Semarang, Glory Nasarani, mengonfirmasi bahwa Dinas Damkar memberikan dukungan penuh terhadap upaya preventif ini. Bahkan, Kepala Dinas Damkar Kota Semarang turut serta mengawal langsung pelaksanaan penyemprotan. Kehadiran pimpinan menunjukkan keseriusan dalam penanganan potensi bencana.

"Kami bersama melaksanakan komitmen seperti yang telah disampaikan Pak Sekda pada saat apel kesiapsiagaan," ujar Glory Nasarani. Pernyataan ini menegaskan koordinasi yang solid antarlembaga pemerintah. Konsistensi dalam pelaksanaan jadwal pendinginan menjadi harapan utama.

Intensifikasi Pendinginan di Zona Rawan

Upaya pendinginan di TPA Jatibarang telah dilakukan secara rutin sejak awal musim kemarau panjang tahun ini. Saat ini, pelaksanaannya semakin diintensifkan, terutama pada zona tumpukan sampah aktif. Penyemprotan air dilakukan setiap dua hari sekali untuk mengurangi risiko munculnya titik api.

Awalnya, pendinginan direncanakan dilakukan seminggu sekali, namun intensitasnya ditingkatkan karena pertimbangan keamanan. Perubahan jadwal ini menunjukkan respons cepat terhadap potensi bahaya yang ada. Penjadwalan yang lebih sering diharapkan dapat lebih efektif mencegah kebakaran.

Glory Nasarani menekankan pentingnya konsistensi dalam menjalankan jadwal pendinginan ini. Meskipun Dinas Damkar juga memiliki prioritas penanganan keadaan darurat, mereka tetap berkomitmen untuk mendukung kegiatan preventif ini. Hal ini menunjukkan prioritas pada pencegahan dini.

Imbauan kepada Masyarakat dan Pemulung

Selain upaya pendinginan, DLH Kota Semarang juga mengimbau masyarakat setempat untuk tidak membakar sampah di sekitar area TPA Jatibarang. Pembakaran sampah di luar kendali dapat memicu kebakaran yang lebih besar. Bara api yang terbawa angin berisiko menyulut tumpukan sampah di TPA.

"Kalau ada pembakaran sampah di sekitar, dikhawatirkan ada bara api dari pembakaran itu yang rawan terbawa angin dan bisa memicu kebakaran di TPA," jelas Glory Nasarani. Peringatan ini disampaikan untuk meningkatkan kesadaran warga. Partisipasi aktif masyarakat sangat dibutuhkan dalam menjaga lingkungan.

DLH berharap warga sekitar dan para pemulung yang beraktivitas di lokasi TPA dapat menjaga kebersihan dan keamanan bersama-sama. Kolaborasi dari semua pihak menjadi kunci utama dalam mencegah insiden kebakaran. Kesadaran kolektif adalah benteng pertahanan terbaik.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi