Cara Sandiaga Stabilkan Harga Bawang Saat Panen

Kamis, 7 Februari 2019 20:27 Reporter : Muhammad Genantan Saputra
Cara Sandiaga Stabilkan Harga Bawang Saat Panen sandiaga bersama petani di nganjuk. ©2019 Merdeka.com/istimewa

Merdeka.com - Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Salahuddin Uno akan menerapkan sistem yang pernah diterapkannya di DKI Jakarta untuk membantu petani dengan membeli langsung hasil produksi pertanian dari sumbernya. Sandiaga ingin petani bisa sejahtera.

Hal itu dikatakan Sandi saat berdialog dengan kelompok tani bawang merah di Desa Sukomoro, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Kamis (7/2).

Pernyataan tersebut bermula saat para petani curhat soal harga pupuk, obat dan harga jual yang turun tiap kali panen dan kebijakan impor bawang yang membuat petani buntung. Salah satunya Sudarso yang mengaku sudah puluhan tahun menjadi petani bawang. Namun 10 tahun terakhir petani dan pedagang bawang malah sulit mendapatkan keuntungan.

"Saya di sini petani juga pedagang. Namun semenjak sepuluh tahun belakangan ini selalu dikalahkan oleh harga jual dan dimahalkan oleh pupuk dan obat-obatan. Jadi tidak ada kepastian, rasanya tidak adil," ucap Sudarso.

Menurut Sandi, dirinya punya pengalaman saat menjabat wakil gubernur DKI Jakarta. Dia membeli langsung dari petani bawang Brebes melalui PT Food Station Tjipinang Jaya untuk menjaga pasokan bawang yang saat itu langka dan harganya meroket.

"Waktu itu di DKI, bawang merah harganya naik dan langka. Kami mengambil inisiatif dengan PT Food Station Tjipinang Jaya, menjalin kerjasama dengan petani bawang Brebes. Alhamdulillah kami patahkan mitos harga tinggi di hari lebaran," tutur Sandi.

sandiaga bersama petani di nganjuk ©2019 Merdeka.com/istimewa


"Karena pasukan terjaga petani bawang Brebes sejahtera, pedagang bahagia, pembeli tersenyum. Kalau Allah mengizinkan kami akan melakukan hal yang sama, namun untuk Indonesia dengan Bulog atau pemangku kepentingan lainnya juga dengan pihak ketiga melalui public private partnership," paparnya.

Menurut Sandi, dengan menggunakan teknologi Control Atmosphere Storage (CAS), produk pertanian seperti bawang bisa disimpan selama enam sampai sembilan bulan.

"Jadi kalau bawang belum laku, bisa disimpan enam bulan hingga sembilan bulan. Jika pasokan dalam negeri stabil, harusnya sudah memulai proyeksi ekspor, produksi bawang kita terbesar se-ASEAN dengan industri turunannya seperti bawang goreng, pil bawang herbal dan lain-lain. Kita juga akan bangun industriinya," jelas Sandi.

Sandi menyatakan, bersedia bila saat ini disodorkan kontrak politik dengan petani bawang guna menjaga harga jual bawang merah tetap stabil.

"Sepanjang tahun, tiap panen kami akan beli dengan harga bawah sepuluh ribu rupiah dan harga atas lima belas ribu rupiah," kata Sandiaga.

"Jadi tidak ada lagi petani rugi. Pemerintah harus hadir buat petani. Karena salah satu fokus Prabowo-Sandi adalah mewujudkan swasembada pangan. Bagaimana mau swasembada pangan jika petaninya tidak sejahtera," tutup Sandi. [rnd]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini