BPN Prabowo Tolak Narasi Rekonsiliasi Pasca-Pilpres: Seolah-olah Ada Konflik

Sabtu, 15 Juni 2019 01:34 Reporter : Ahda Bayhaqi
BPN Prabowo Tolak Narasi Rekonsiliasi Pasca-Pilpres: Seolah-olah Ada Konflik Dahnil Anzar Simanjuntak. ©2019 Merdeka.com/Nur Habibie

Merdeka.com - Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Dahnil Anzar Simanjuntak meminta istilah rekonsiliasi pasca-Pilpres untuk dihentikan. Sebab, menurutnya rekonsiliasi memaknai adanya konflik pada Pilpres 2019.

"Bagi saya narasi rekonsiliasi justru menebar konflik. Seolah-olah ada konflik gitu," ujarnya di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (14/6).

Dahnil menilai, Pilpres adalah sebuah kompetisi. Layaknya pertandingan tinju, kata dia, setelah ada pihak yang kalah maka berakhir biasa. Tidak ada konflik dari kedua pihak.

Oleh karena itu, dia menyarankan, para pengamat atau pihak-pihak yang menyerukan rekonsiliasi Pilpres untuk menghentikan narasi rekonsiliasi.

"Saran saya para pengamat, para orang-orang sok bijak setop menggunakan narasi rekonsiliasi. Kenapa? karena enggak ada konflik," jelasnya.

Sementara itu, dia mendukung apabila ada silahturahmi dari kedua calon presiden, baik Joko Widodo atau Prabowo Subianto. Dahnil mengatakan, silahturahmi adalah hal wajar dan tinggal menunggu saja terjadi.

"Momen lebaran baik, saya pikir kapanpun bisa dilakukan silahturahmi," ucapnya.

Diberitakan, Jokowi kembali berbicara tentang rekonsiliasi dengan capres Prabowo Subianto. Menurut dia, rekonsiliasi dapat dilakukan di mana saja, salah satunya dengan berkuda.

"Ya di mana pun bisa, bisa dengan naik kuda, bisa. Bisa di Jogja bisa, bisa naik MRT bisa," kata Jokowi di usai meninjau revitalisasi Pasar Sukawati Kabupaten Gianyar Bali, Jumat (14/6).

Jokowi sendiri telah beberapa kali mengungkapkan keinginannya untuk segera bertemu Ketua Umum Partai Gerindra itu pasca-Pilpres 2019. Tetapi hingga saat ini belum terealisasi.

"Kita ini ya, yang paling penting kita bersama-sama bekerja sama untuk memajukan negara ini membangun negara ini," ujarnya. [ray]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini