Biaya Politik Tinggi, Bahlil Sebut Golkar Siapkan Cara Baru

Golkar menilai biaya politik di Indonesia terlalu tinggi maka Golkar mengusulkan adanya perubahan sistem pemilu.

Purnomo Edi
Oleh Purnomo Edi - Reporter
Biaya Politik Tinggi, Bahlil Sebut Golkar Siapkan Cara Baru
Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, menyatakan dukungan penuh terhadap Musda XI Partai Golkar Jawa Timur dan menegaskan non-intervensi dalam pemilihan Ketua DPD. (Planet Merdeka)

Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia menilai biaya politik di Indonesia terhitung tinggi baik itu ditingkat Pileg, Pilkada maupun Pilpres. Bahlil menjabarkan untuk mengatasi tingginya biaya politik ini, Partai Golkar mengusulkan adanya perubahan sistem pemilu.

"Kalau demokrasi terlalu mahal itu akan membuat tujuan kita berbangsa dan bernegara agak sulit," kata Bahlil saat membuka Musyawarah Daerah (Musda) XI Golkar DIY, Minggu 18 Mei 2025.

Bahlil menyebut tujuan berbangsa dan bernegara yakni mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur. Selain itu juga untuk memberikan layanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan kepada masyarakat.

Tingginya biaya politik dinilai Bahlil bisa mengaburkan tujuan berbangsa dan bernegara melalui instrumen politik. Bahkan tingginya biaya politik dianggap Bahlil bisa membuat demokrasi di Indonesia menjadi berat untuk dilakoni.

Untuk menekan tingginya biaya politik ini, Bahlil membeberkan Golkar sedang menggodok sebuah formula baru. Meski demikian Bahlil enggan membocorkan hal tersebut.

"Nanti kalau sudah tepat. Waktunya sudah pas. Kami akan sampaikan. Sekarang lagi penggodokan," tutup Bahlil.

Rekomendasi