Akbar Tanjung Berharap Munas Jadi Pedoman Golkar di Pemilu 2024

Senin, 2 Desember 2019 22:55 Reporter : Kirom
Akbar Tanjung Berharap Munas Jadi Pedoman Golkar di Pemilu 2024 Akbar Tanjung. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Wakil Ketua Dewan Kehormatan Partai Golkar Akbar Tanjung berharap, Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkar pada Desember 2019 bisa dijadikan pedoman partai dalam menjalankan agenda politik ke depan, termasuk Pemilu 2024.

"Tentunya harapan Munas ini lancar dan hasil-hasil Munas bisa dijadikan pedoman bagi Golkar dalam menjalankan agenda agenda ke depan, khususnya puncaknya pada Pemilu 2024. Tapi 2020 kita menghadapi agenda Pilkada semua itu harapannya," kata Akbar Tanjung kepada wartawan dalam acara Silaturahmi Airlangga Hartarto bersama DPD I dan II di JHL Hotel Tangerang, Senin (2/12).

Menurut dia, Partai Golkar pada Pemilu 2024 mendatang, harus bersungguh-sungguh meraih suara terbanyak dalam Pemilu Legislatif dan kemenangan pada Pilpres.

"Pemilu 2024 yang akan datang kami dari Partai Golkar, berupaya dengan sungguh-sungguh ada kenaikan dari perolehan kursi golkar. Sukur-sukur Golkar bisa kembali menjadi pemenang sebagaimana Golkar pernah menjadi pemenang kembali pada tahun 2004 lalu. Dan kami mensukseskan kembali agenda nasional memenangkan Pileg dan Pilpres 2024 itulah agenda politik Golkar dalam 5 tahun mendatang. Dasar-dasar dari agenda politik itu, tentunya kami berharap bisa dibicarakan dalam Munas Pada Desember 2019 ini," tandas dia.

1 dari 3 halaman

Pemilihan Ketum Harus Sesuai Aturan

Akbar berpendapat bahwa pemilihan ketua umum harus sesuai AD/ART. "Pokoknya mengenai aturan-aturan pemilihan, semuanya sudah dibicarakan dalam pembasahan sebelum diadakan pemilihan. Tentu kepada siapa yang terpanggil menjadi calon, kita harus memberikan kesempatan karena mereka yang berdaulat," terang Akbar.

Menurut Akbar, kedaulatan dalam pemilihan Ketum partai, menjadi hak bagi setiap anggota, kader dan DPD Golkar.

"Anggota, kader, DPD-DPD lah yang berdaulat, kalau ada yang mendapat dukungan dari DPD lebih dari satu, dua atau tiga, mengapa tidak. Itulah hak organisasi dalam menyampaikan usul usulnya dan termasuk juga calon-calonnyanya," ucap dia.

Namun begitu, Akbar menegaskan setiap kader, anggota, DPD juga harus menyepakati adanya musyawarah dan mufakat dalam pemilihan Caketum Golkar.

"Terakhir harus kita sepakati pula musyawarah mufakat, tapi kalau musyawarah mufakat tidak bisa dicapai, kita harus juga siap untuk pemungutan suara dan itu sudah biasa dalam partai Golkar," kata Akbar.

2 dari 3 halaman

Ketum Golkar Pertama yang Dipilih Lewat Sistem Pemungutan Suara

Dia menjelaskan, dirinya adalah orang pertama di Partai Golkar yang duduk sebagai ketua umum Golkar tahun 1998 dengan mekanisme pemungutan suara.

"Saya pertama kali terpilih sebagai Ketum pada juli 1998. itu adalah pertama kali Golkar memilih ketum dengan cara pemungutan suara. Semangat reformasi tercermin dalam pemilihan Ketum Golkar tahun 1998. Pada saat itu saya berkontestasi dengan Pak Edy Sudrajat," tandas Akbar.

3 dari 3 halaman

Dukung Caketum yang Mampu Bawa Golkar Jadi Pemenang Pemilu 2024

Akbar mengaku akan mendukung calon Ketum yang mampu menaikkan suara Golkar di Pemilu 2024.

"Pokoknya saya memiliki dasar dan alasan. Saya akan memberikan dukungan kepada calon yang saya yakini akan memberikan, akan menghasilkan kepemimpinan baru yang mampu menaikkan suara Golkar," kata Akbar.

Namun, Akbar menolak membocorkan kandidat yang akan didukung. Dia berharap, calon Ketum Golkar harus mampu membuat partai beringin kembali menjadi pemenang.

"Kepemimpinan baru yang mampu menaikkan suara Golkar. Agenda-agenda politik ke depan dan insyaAllah tahun 2024 bisa kembali menjadi pemenang. Itulah menjadi ukuran, menjadi dasar saya menentukan pilihan," tegas eks Ketum Golkar ini. [cob]

Baca juga:
Menteri Jokowi Disarankan Netral di Munas Golkar Demi Cegah Kegaduhan Politik
Hadiri Pertemuan DPD Golkar Pro Airlangga, Ical Ngaku Cuma Penuhi Undangan
Sekjen Golkar: Ical, Luhut, JK Dukung Airlangga Jadi Ketum Lagi
Sehari Jelang Munas, Kubu Airlangga Kembali Sindir Janji Bamsoet
Sekjen Golkar: Airlangga Didukung 514 Suara di Munas
Kumpul di Tangerang, Luhut, Ical dan JK Beri Arahan ke Pendukung Airlangga

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini