Ada Pelanggaran Etik di MK dan KPU Terkait Pencalonan Gibran, Ganjar: Catatan Hitam Sejarah Pemilu

Capres nomor urut 3 Ganjar Pranowo angkat bicara soal pelanggaran etik Ketua KPU RI Hasyim Asy'ari terkait pendaftaran Gibran Rakabuming Raka sebagai Cawapres.

Purnomo Edi
Oleh Purnomo Edi - Reporter
Ada Pelanggaran Etik di MK dan KPU Terkait Pencalonan Gibran, Ganjar: Catatan Hitam Sejarah Pemilu
Ada Pelanggaran Etik di MK dan KPU Terkait Pencalonan Gibran, Ganjar: Catatan Hitam Sejarah Pemilu (Merdeka.com)

Ada Pelanggaran Etik di MK dan KPU Terkait Pencalonan Gibran, Ganjar: Catatan Hitam Sejarah Pemilu

Capres nomor urut 3 Ganjar Pranowo angkat bicara soal pelanggaran etik Ketua KPU RI Hasyim Asy'ari terkait pendaftaran Gibran Rakabuming Raka sebagai Cawapres.

Ganjar menilai situasi saat ini seperti  mempertaruhkan nilai-nilai demokrasi. Mantan Gubernur Jawa Tengah ini menyatakan, jika pemerintah tak bisa menjaga nilai-nilai etika maka akan runtuhlah demokrasi di Indonesia.


"Kalau kita lihat MK-nya melanggar etika. KPU melanggar etik. Sebenarnya kita sedang berada dalam situasi yang bertaruh pada nilai-nilai demokrasi," kata Ganjar di Embung Kali Aji, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman, DIY, Selasa (6/2).

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

"Hari ini kita bertaruh. Maka kalau pelaku pemerintahan semuanya tidak bisa menjaga ini, maka Indonesia akan mengalami kehancuran demokrasi," imbuh Ganjar.

Ganjar menyebut peristiwa pelanggaran etika pimpinan lembaga negara ini menjadi sebuah peringatan. Ganjar menegaskan pelanggaran etika Ketua MK (Anwar Usman) dan Ketua KPU menjadi catatan hitam dalam sejarah demokrasi di Indonesia.


Ganjar berharap peristiwa serupa tak lagi terjadi di kemudian hari. Dia juga berharap agar demokrasi di Indonesia bisa kembali pada jalur yang benar.

"Hari ini menjadi peringatan pada kita semua agar kembali pada jalur atau trek demokrasi yang baik. Cukup sudah, dua pelanggaran (etik) sudah terlalu banyak," tegas Ganjar.


"Ini menunjukkan catatan hitam dalam sejarah Pemilu kita. Jangan diulangi lagi," tutup Ganjar.

Rekomendasi