Wujud Pengabdian, Ditjenpas Sulteng Rehabilitasi Dua Rumah Ibadah di Palu dan Sigi

Kanwil Ditjenpas Sulteng melaksanakan aksi sosial 'Pengabdian untuk Negeri' dengan rehabilitasi dua rumah ibadah, Masjid Al-Musyawir dan Gereja GPID Syalom. Ini wujud nyata Ditjenpas Sulteng Rehabilitasi Rumah Ibadah bagi masyarakat.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Wujud Pengabdian, Ditjenpas Sulteng Rehabilitasi Dua Rumah Ibadah di Palu dan Sigi
Kanwil Ditjenpas Sulteng melaksanakan aksi sosial 'Pengabdian untuk Negeri' dengan rehabilitasi dua rumah ibadah, Masjid Al-Musyawir dan Gereja GPID Syalom. Ini wujud nyata Ditjenpas Sulteng Rehabilitasi Rumah Ibadah bagi masyarakat. (AntaraNews)

Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Sulawesi Tengah telah meluncurkan aksi sosial berupa rehabilitasi fasilitas dua rumah ibadah di wilayahnya. Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Bakti Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) Ke-1.

Aksi nyata ini merupakan bagian integral dari program "Pengabdian untuk Negeri" yang digagas oleh pemasyarakatan. Tujuannya adalah untuk memberikan kontribusi positif dan manfaat langsung kepada masyarakat luas, menunjukkan peran aktif lembaga.

Kepala Kanwil Ditjenpas Sulteng, Bagus Kurniawan, menegaskan bahwa inisiatif ini menunjukkan komitmen Ditjenpas dalam mendukung kebutuhan publik. Lokasi rehabilitasi mencakup Masjid Al-Musyawir di Palu dan Gereja GPID Syalom di Kabupaten Sigi.

Salah satu fokus utama kegiatan aksi sosial Ditjenpas Sulteng Rehabilitasi Rumah Ibadah adalah Masjid Al-Musyawir yang berlokasi di Kelurahan Birobuli Selatan, Kota Palu. Di masjid ini, tim melakukan pembangunan fasilitas wudu baru.

Pembangunan fasilitas wudu ini mencakup area seluas sekitar 10 meter persegi. Pekerjaan detail meliputi pengecoran lantai, pemasangan keramik, instalasi pipa air bersih, hingga pemasangan enam keran wudu yang modern.

Pemilihan masjid ini didasarkan pada observasi kebutuhan jamaah yang sebelumnya memiliki fasilitas wudu kurang memadai. Bagus Kurniawan menyatakan, "Kami melihat fasilitas sebelumnya belum memadai. Perbaikan ini diharapkan membuat jamaah lebih nyaman beribadah."

Dengan adanya fasilitas wudu yang baru dan lebih layak, diharapkan kenyamanan beribadah bagi para jamaah dapat meningkat secara signifikan. Ini adalah upaya nyata Ditjenpas Sulteng dalam mendukung kegiatan keagamaan masyarakat.

Selain masjid, program Ditjenpas Sulteng Rehabilitasi Rumah Ibadah juga menyasar Gereja GPID Syalom yang berada di Desa Maku, Kabupaten Sigi. Perbaikan di gereja ini difokuskan pada bagian-bagian yang mengalami kerusakan.

Tim rehabilitasi melakukan perbaikan pada atap toilet gereja yang telah rusak serta area teras depan. Area teras depan yang diperbaiki memiliki luas sekitar 15 meter persegi, memberikan tampilan yang lebih baik dan aman.

Kerusakan pada atap toilet dan teras depan ini telah mengganggu kenyamanan jemaat. Oleh karena itu, perbaikan ini dianggap krusial untuk memastikan lingkungan ibadah yang kondusif dan aman bagi seluruh jemaat Gereja GPID Syalom.

Kanwil Ditjenpas Sulteng menegaskan komitmennya untuk terus melaksanakan program sosial yang berbasis pada kebutuhan riil masyarakat. Inisiatif ini mencerminkan peran aktif lembaga pemasyarakatan di luar tugas utamanya.

Kepala Kanwil Ditjenpas Sulteng, Bagus Kurniawan, menekankan bahwa pemasyarakatan tidak hanya berfokus pada pembinaan warga binaan. Mereka juga memiliki tanggung jawab sosial yang besar terhadap masyarakat luas.

Sebagai wujud nyata dari tanggung jawab tersebut, Kanwil Ditjenpas Sulteng tidak hanya melakukan rehabilitasi rumah ibadah. Mereka juga menyalurkan bantuan sosial berupa ratusan paket sembako kepada masyarakat yang membutuhkan di sekitar wilayah tersebut.

Program "Pengabdian untuk Negeri" ini diharapkan mampu memperkuat kedekatan antara institusi pemasyarakatan dengan masyarakat. Ini juga menjadi manifestasi spirit baru Kemenimipas dalam menghadirkan pelayanan publik yang berdampak luas.

"Kami ingin menunjukkan bahwa pemasyarakatan tidak hanya mengurus warga binaan. Kami juga bagian dari masyarakat dan punya tanggung jawab sosial. Semoga langkah kecil ini menghasilkan manfaat besar bagi banyak orang," ujar Bagus Kurniawan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi