Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) menyoroti peran krusial wisatawan nusantara sebagai penggerak utama roda perekonomian nasional selama periode libur Lebaran. Pergerakan masyarakat yang masif ini diyakini membawa dampak ekonomi yang signifikan, terutama bagi sektor pariwisata dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di berbagai daerah.
Deputi Bidang Pemasaran Kemenekraf, Ni Made Ayu Marthini, menyatakan bahwa masa liburan menjadi periode pergerakan wisatawan nusantara yang besar, yang secara langsung berkorelasi dengan perputaran ekonomi. Perayaan besar seperti Hari Raya Idul Fitri secara historis memicu mobilisasi masyarakat secara serentak dan dalam skala besar.
Banyaknya perjalanan, baik oleh pemudik maupun wisatawan, secara langsung memengaruhi sektor perekonomian lokal. Hal ini terlihat dari peningkatan pendapatan UMKM serta pengeluaran belanja yang lebih besar dibandingkan hari-hari biasa, menciptakan multiplier effect positif bagi ekonomi.
Advertisement
Advertisement
Libur Lebaran merupakan periode krusial bagi pergerakan masyarakat Indonesia, baik untuk tujuan mudik ke kampung halaman maupun berwisata ke berbagai destinasi. Pergerakan masif ini secara langsung memengaruhi sektor ekonomi lokal, terutama UMKM, melalui peningkatan transaksi dan konsumsi.
Kemenekraf melihat potensi besar dari pengeluaran masyarakat yang cenderung lebih tinggi dari biasanya selama periode liburan ini, menjadikannya momentum penting untuk mendongkrak perekonomian. Untuk memanfaatkan potensi tersebut, Kemenekraf telah menggaungkan kampanye Bangga Berwisata di Indonesia (BBWI). Kampanye ini juga dilengkapi dengan insentif berupa diskon tiket untuk berbagai moda transportasi, yang diharapkan dapat meningkatkan jumlah perjalanan domestik.
Harapannya, wisatawan nasional yang biasanya memilih liburan ke luar negeri dapat menikmati keindahan dan keragaman destinasi di Indonesia. Hal ini sejalan dengan semangat kampanye BBWI, yang mengajak masyarakat untuk bangga berwisata di negeri sendiri.
Advertisement
Advertisement
Kemenekraf secara aktif mendorong semua pihak untuk bekerja sama dalam menghadirkan libur Lebaran yang aman, nyaman, lancar, dan menyenangkan bagi seluruh masyarakat. Kolaborasi ini mencakup agen perjalanan daring (OTA) untuk melayani pengguna platform dengan sebaik mungkin, serta asosiasi dalam industri pariwisata untuk menghadirkan paket-paket wisata menarik.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Widiyanti Putri Wardhana, sebelumnya menyampaikan bahwa libur Lebaran memiliki potensi besar sebagai daya ungkit ekonomi. Hal ini didasari oleh preferensi pergerakan wisatawan nusantara dalam jumlah besar yang secara konsisten terjadi setiap tahunnya.
Kemenekraf juga telah menerbitkan surat imbauan kepada asosiasi industri pariwisata dan agen perjalanan daring (OTA) untuk mempertimbangkan penurunan harga tiket. Langkah ini diharapkan dapat lebih menarik minat masyarakat untuk berlibur dan meningkatkan aksesibilitas destinasi wisata.
Advertisement
Advertisement
Mengutip data dari Kementerian Perhubungan, pada periode mudik Lebaran tahun 2026, diprediksi akan terjadi sekitar 143,91 juta pergerakan masyarakat. Angka ini menunjukkan sedikit penurunan sebesar 6,92 persen dibandingkan tahun 2025 yang mencapai 154,62 juta pergerakan.
Meskipun demikian, potensi ekonomi dari pergerakan ini tetap sangat besar. Data Kemenekraf mencatat, pada libur Lebaran 2025, kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 1.164.539, meningkat 9,15 persen dari tahun sebelumnya. Rata-rata pengeluaran (average spending per arrival/ASPA) wisatawan mancanegara mencapai US$1.267 per kunjungan.
Sementara itu, wisatawan nusantara menunjukkan potensi pengeluaran yang signifikan, dengan rata-rata biaya libur Lebaran 2025 sebesar Rp1,2 juta per orang. Angka-angka ini menggarisbawahi pentingnya fokus pada pasar domestik untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
Advertisement
Advertisement
Dengan adanya potensi besar ini, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Widiyanti Putri Wardhana menyampaikan bahwa Kemenekraf telah menyiapkan berbagai strategi untuk menyambut periode libur Lebaran 2026. Salah satu inisiatif adalah menyiapkan platform layanan informasi terpadu bernama Halo Wonderful. Platform ini bertujuan melayani permintaan informasi, pengaduan, penyampaian aspirasi, hingga konsultasi dari masyarakat maupun pemangku kepentingan pariwisata.
Pemerintah melalui Kemenekraf juga telah berkoordinasi dengan pemangku kepentingan lainnya untuk menyelenggarakan kegiatan promosi seperti Business Matching dan pameran Bangga Berwisata di Indonesia (BBWI) serta Belanja di Indonesia Aja (BINA). Kegiatan ini dinilai akan mendongkrak daya beli masyarakat dan mempromosikan produk serta destinasi lokal.
Upaya lain termasuk menyiapkan kompilasi paket wisata libur Lebaran dan Idul Fitri 2026, serta melaksanakan berbagai acara (event) yang didukung Kemenekraf dan event provinsi selama periode Lebaran, mulai 18 Februari hingga 29 Maret 2026. Publikasi acara ini digencarkan melalui media milik Kemenekraf, termasuk pembuatan landing page khusus di indonesia.travel mengenai paket wisata libur Lebaran dan Idul Fitri, serta pemantauan destinasi untuk meninjau kesiapan.
Advertisement
Sumber: AntaraNews