Waspada Gelombang 4 Meter! BMKG Ingatkan Bahaya Gelombang Tinggi Talaud Akibat Siklon Kalmaegi

BMKG mengeluarkan peringatan dini **gelombang tinggi Talaud** hingga 4 meter akibat Siklon Tropis Kalmaegi. Warga di perairan Sulawesi Utara diimbau waspada, terutama para pelaut!

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Waspada Gelombang 4 Meter! BMKG Ingatkan Bahaya Gelombang Tinggi Talaud Akibat Siklon Kalmaegi
BMKG mengeluarkan peringatan dini **gelombang tinggi Talaud** hingga 4 meter akibat Siklon Tropis Kalmaegi. Warga di perairan Sulawesi Utara diimbau waspada, terutama para pelaut! (AntaraNews)

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi di perairan Talaud, Sulawesi Utara. Gelombang setinggi empat meter berpotensi terjadi hingga 6 November 2025 mendatang. Peringatan ini penting untuk keselamatan pelayaran dan warga pesisir.

Koordinator Bidang Observasi dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Bitung, Ricky D Aror, menyampaikan informasi ini. Fenomena alam ini disebabkan oleh keberadaan Siklon Tropis Kalmaegi. Siklon tersebut berada di Samudra Pasifik Utara sebelah Timur Filipina.

Kecepatan angin maksimum siklon mencapai 45 knot atau sekitar 83 kilometer per jam. Tekanan udara minimum tercatat 998 hPa. Kondisi ini secara signifikan meningkatkan potensi gelombang tinggi di wilayah perairan tersebut.

Siklon Tropis Kalmaegi menjadi pemicu utama peringatan **gelombang tinggi Talaud** dan sekitarnya. Siklon ini terpantau di Samudra Pasifik Utara, timur Filipina, dengan kekuatan signifikan. Kecepatan angin maksimum yang mencapai 83 kilometer per jam sangat berbahaya.

Angin dominan bertiup dari arah barat daya hingga barat laut. Kecepatannya berkisar antara 6 hingga 25 knot. Kondisi angin ini berpotensi besar meningkatkan tinggi gelombang di beberapa wilayah perairan.

Ricky D Aror dari BMKG Bitung menjelaskan bahwa kecepatan angin maksimum berpotensi terjadi di perairan Kabupaten Kepulauan Talaud. Selain itu, perairan Kabupaten Kepulauan Sangihe juga berisiko tinggi. Hal ini memerlukan kewaspadaan ekstra dari masyarakat setempat.

Selain perairan Talaud dan Sangihe, beberapa wilayah lain juga berpotensi mengalami gelombang tinggi. Perairan selatan Sulawesi Utara, perairan Minahasa Utara, dan perairan Siau-Tagulandang-Biaro (Sitaro) termasuk di dalamnya. Tinggi gelombang di area ini diperkirakan antara 1,25 hingga 2,5 meter.

Laut Sulawesi dan Laut Maluku juga masuk dalam daftar wilayah yang perlu diwaspadai. Gelombang sedang ini tetap berisiko bagi aktivitas pelayaran. Oleh karena itu, semua pihak diimbau untuk selalu memantau informasi terkini dari BMKG.

BMKG menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap risiko tinggi gelombang. Keselamatan pelayaran menjadi prioritas utama dalam menghadapi kondisi cuaca ekstrem ini. Informasi peringatan dini harus disebarluaskan agar tidak ada korban.

Untuk perahu nelayan, kecepatan angin di atas 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 meter memerlukan perhatian serius. Nelayan diimbau untuk tidak melaut jika kondisi cuaca tidak mendukung. Keselamatan jiwa harus menjadi pertimbangan utama.

Kapal tongkang dianjurkan untuk mewaspadai kecepatan angin lebih dari 16 knot dan gelombang di atas 1,5 meter. Sementara itu, kapal feri harus berhati-hati jika kecepatan angin melebihi 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2,5 meter. Peringatan ini bertujuan untuk mencegah insiden di laut.

Kapal ukuran besar seperti kargo dan kapal pesiar juga tidak luput dari ancaman **gelombang tinggi Talaud**. Mereka harus memperhatikan kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4,0 meter. Kepatuhan terhadap pedoman ini sangat krusial untuk menjaga keamanan semua penumpang dan awak kapal.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi