Warga Bali Kaget, Seorang Pria Ditemukan Tewas Tenggelam di Saluran Irigasi

Korban diketahui bernama Gusti Putu Karya Yasa (53) yang merupakan warga Desa Gerokgak, Kabupaten Buleleng.

Moh. Kadafi
Oleh Moh. Kadafi - Reporter
Warga Bali Kaget, Seorang Pria Ditemukan Tewas Tenggelam di Saluran Irigasi
Warga Bali Kaget, Seorang Pria Ditemukan Tewas Tenggelam di Saluran Irigasi (Merdeka.com)

Warga Banjar Dinas Kayu Putih, Desa Sanggalangit, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Bali, digegerkan dengan penemuan jasad seorang pria yang tergeletak di saluran irigasi setempat. Polisi kini tengah melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab kematiannya.

Kasi Humas Polres Buleleng Iptu Yohana Rosalin Diaz membenarkan, terkait adanya peristiwa itu yang terjadi pada Minggu (22/2) pagi sekitar pukul 05.30 WITA. Korban diketahui bernama Gusti Putu Karya Yasa (53) yang merupakan warga Desa Gerokgak, Kabupaten Buleleng.

Iptu Yohana mengatakan, korban pertama kali ditemukan oleh warga yang hendak ke kandang sapi.

"Diketahui oleh warga setempat saat melihat saluran irigasi meluap. Saat membersihkan sumbatan, saksi menemukan korban dalam kondisi terlentang dan sudah meninggal dunia," kata dia, Senin (23/2).

TKP

Penemuan tersebut kemudian dilaporkan ke aparat desa dan diteruskan ke kepolisian Polsek Gerokgak dan langsung mendatangi lokasi sekitar pukul 06.40 WITA dan langsung melakukan olah TKP.

Korban ditemukan tenggelam di saluran irigasi dengan kedalaman sekitar 50 sentimeter, dalam posisi terlentang dengan kepala menghadap utara, mengenakan kaos hitam dan celana pendek hitam. Hasil pemeriksaan medis dilakukan oleh dr. Dinda Lini Ayunda, dokter dari Puskesmas 1 Gerokgak.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Diperkirakan korban meninggal dunia lebih dari tiga sampai empat jam sebelum ditemukan,” imbuhnya.

Luka Terbuka

Dalam pemeriksaan tersebut juga ditemukan luka terbuka pada siku kanan akibat gesekan benda tumpul berukuran sekitar 5x6 sentimeter, yang diduga terjadi saat korban terjatuh. Selain itu, berdasarkan kaku dan lebam mayat, waktu kematian diperkirakan sudah beberapa jam sebelum jasad ditemukan.

Berdasarkan keterangan keluarga, korban diketahui menderita epilepsi sejak kecil dan penyakit tersebut kerap kambuh.

"Korban memiliki riwayat epilepsi menahun dan beberapa kali sebelumnya pernah jatuh ke saluran irigasi akibat penyakit tersebut," ujarnya.

Dugaan sementara korban meninggal dunia akibat penyakit epilepsi yang kambuh hingga terjatuh dan tenggelam di saluran irigasi.

"Pihak keluarga telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi, serta menyatakan kematian korban murni akibat sakit dan tenggelam," katannya.

Rekomendasi