Wali Kota Jambi Maulana melakukan peninjauan drainase di RT 21, Cempaka Putih, Jelutung, pada Ahad. Langkah ini diambil sebagai antisipasi dini terhadap potensi banjir yang mungkin terjadi seiring peningkatan intensitas curah hujan di Kota Jambi. Peninjauan ini bertujuan memastikan saluran air berfungsi optimal.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Maulana berdialog langsung dengan warga setempat. Ia mendengarkan berbagai keluhan dan aspirasi masyarakat terkait kondisi saluran drainase yang dinilai kurang optimal. Interaksi ini menjadi sarana penting bagi Pemerintah Kota Jambi untuk memahami permasalahan di lapangan.
Hasil peninjauan menunjukkan adanya penyumbatan drainase di beberapa lokasi. Penumpukan sedimen dan sampah menjadi penyebab utama terhambatnya aliran air, yang berpotensi menimbulkan genangan saat hujan deras.
Advertisement
Advertisement
Kondisi drainase di permukiman warga Kota Jambi menjadi perhatian utama Pemerintah Kota Jambi, terutama menjelang musim hujan. Wali Kota Maulana secara langsung mengecek saluran air di RT 21, Cempaka Putih, Jelutung, untuk melihat permasalahan yang ada.
Saat berinteraksi dengan masyarakat, banyak keluhan disampaikan mengenai efektivitas saluran drainase. Warga mengungkapkan kekhawatiran mereka terhadap genangan air yang kerap terjadi akibat drainase yang tidak berfungsi maksimal.
Penumpukan sedimen dan sampah teridentifikasi sebagai faktor dominan penyebab sumbatan. Hal ini menghambat laju air hujan, sehingga meningkatkan risiko banjir di kawasan padat penduduk tersebut.
Advertisement
Advertisement
Menanggapi temuan di lapangan, Pemerintah Kota Jambi akan segera mengambil tindakan konkret untuk normalisasi drainase. Pembersihan saluran yang tersumbat sedimen akan menjadi prioritas utama agar aliran air kembali lancar.
Wali Kota Maulana menjelaskan bahwa beberapa saluran dapat dibersihkan secara manual oleh petugas. Sementara itu, saluran yang tertutup parah dan memiliki penumpukan sedimen tebal, bantuan alat berat akan diperlukan agar proses normalisasi dapat berjalan lebih maksimal.
Normalisasi ini diharapkan dapat mengembalikan fungsi optimal drainase. Dengan begitu, potensi genangan dan banjir saat musim hujan tiba dapat diminimalkan secara signifikan, memberikan rasa aman bagi warga.
Advertisement
Advertisement
Selain masalah drainase, Wali Kota Jambi juga menyoroti keberadaan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) yang berdekatan dengan saluran air. Hal ini mengindikasikan perlunya pengelolaan sampah yang lebih baik untuk mencegah penyumbatan drainase.
Sebagai bagian dari komitmen peningkatan kebersihan, Pemerintah Kota Jambi berencana menambah 20 unit armada pengangkut sampah pada April mendatang. Penambahan ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas pengangkutan dan pengelolaan sampah kota.
Lebih lanjut, sebuah pabrik pengolahan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Talang Gulo, Kota Baru, dijadwalkan akan diresmikan sekitar Mei atau Juni. Fasilitas ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi pengolahan sampah dan menciptakan lingkungan yang lebih nyaman bagi masyarakat.
Advertisement
Sumber: AntaraNews