Partai Solidaritas Indonesia menyesalkan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang tidak mengambil kesempatan membenahi Pertamina saat menjadi komisaris utama di perusahaan tersebut.
Ahok justru baru muncul bicara tentang korupsi Pertamina usai dirinya mundur. Terlebih lagi, korupsi itu sudah diungkap oleh Kejaksaan Agung.
Jika benar memiliki indikasi korupsi di Pertamina, Ahok seharusnya menindaklanjuti sesuai aturan main yang ada. Kata Andy, saat menjabat Komisaris Utama, Ahok punya kewenangan besar untuk mencegah dan mengawasi Direksi.