Usai Ricuh Unjuk Rasa, Anggota DPRD Bali WFH dan Kantor Dijaga Puluhan Aparat Gabungan
Kendati begitu, Dewa Jack akan tetap berada di Gedung DPRD mengantisipasi demo lanjutan dan massa ingin bertemu.
Situasi di kawasan Kantor DPRD Bali dan di daerah Renon, Kota Denpasar, Bali saat ini masih landai setelah terjadinya aksi unjuk rasa yang ricuh, pada Sabtu (30/8) hingga Minggu (31/8) pagi.
Selain itu, situasi di Kantor DPRD Bali juga dijaga ketat oleh pihak aparat gabungan mulai dari Satpol PP, Polri hingga TNI. Para aparat gabungan berjaga di dalam Kantor DPRD Bali.
Ketua DPRD Bali, Dewa Made Mahayadnya alias Dewa Jack mengatakan kondisi keamanan belum kondusif sehingga rapat paripurna terpaksa ditunda, dan untuk rapat paripurna awalnya dijadwalkan pada Senin (1/9). Dan rapat ini merupakan rapat perdana Masa Persidangan I Tahun Sidang 2025-2026.
Selain rapat ditunda, anggota dewan juga memutuskan bekerja dari rumah atau work from home (WFH). Kendati begitu, Dewa Jack akan tetap berada di Gedung DPRD mengantisipasi demo lanjutan dan massa ingin bertemu.
"Hari ini work from home. Cuma ketua yang standby di gedung dewan. Kami hanya standby. Bagaimana pun, inilah aspirasi. Di gedung dewan kami standby. Itu sebabnya kami tunda seluruh kegiatan yang ada," kata Dewa Jack saat ditemui di Lapangan Renon, Bali, Senin (1/9).
Rapat Paripurna Kembali Dijadwalkan
Kemudian, untuk rapat paripurna kembali dijadwalkan, apabila TNI dan Polri menyatakan situasi keamanan Pulau Bali telah kondusif dan sampai kapan pihaknya belum mengetahuinya.
"Ditentukan oleh situasi keamanan. (Sampai kapan?) Belum tahu," imbuhnya.
Dia menyatakan, bahwa jika nantinya ada aksi unjuk rasa ke Kantor DPRD Bali, pihaknya akan menerima dan itu sudah keputusan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) Provinsi Bali.
"Diterima itu keputusan kami di Forkopimda," ujarnya.
Sementara, Seketaris Dewan (Sekwan) DPRD Bali, I Ketut Nayaka mengatakan bahwa aparat gabungan dari Satpol PP, TNI dan Polri yang disiapkan di Kantor DPRD Bali, ada sekitar 90 personil.
"Yang berjaga kita hampir sekitar 90 personel. Pegawai kita juga tetap berkantor nggak boleh libur. Kecuali ada informasi lain lagi kita minta backup lagi," ujarnya.
Aksi Sebelumya di Mapolda Bali
Sebelumnya, aksi unjuk rasa berakhir ricuh di Mapolda Bali, para massa aksi memaksa mendobrak pintu gerbang Mapolda Bali. Para massa aksi mendobrak pintu gerbang dengan cara menerjang dan juga melempari gedung Mapolda Bali dengan batu dan kayu, pada Sabtu (30/8) kemarin.
Kericuhan juga terjadi di Gedung DPRD Provinsi Bali yang berlokasi di Jalan Dr. Kusuma Atmadja, Kota Denpasar, Bali, dilempari oleh massa aksi dengan batu, pada Sabtu (30/8) sekitar pukul 17:35 WITA.
Awalnya, massa aksi berkumpul di arah selatan Kantor DRPD Bali, dan setelah itu sekitar beberapa menit kemudian massa aksi tiba-tiba secara bersamaan berlari dan melemparkan batu ke Gedung DPRD Bali.