Universitas Brawijaya Harap Pusat Penyakit Menular RSUB Jadi Pusat Riset Unggulan Nasional

Universitas Brawijaya menaruh harapan besar agar fasilitas Pusat Penyakit Menular RSUB berkembang menjadi pusat riset terkemuka, fokus pada kajian penyakit menular dan pengembangan vaksin.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Universitas Brawijaya Harap Pusat Penyakit Menular RSUB Jadi Pusat Riset Unggulan Nasional
Universitas Brawijaya menaruh harapan besar agar fasilitas Pusat Penyakit Menular RSUB berkembang menjadi pusat riset terkemuka, fokus pada kajian penyakit menular dan pengembangan vaksin. (AntaraNews)

Universitas Brawijaya (UB) baru saja meresmikan fasilitas Infectious Disease Center di Rumah Sakit Universitas Brawijaya (RSUB), Kota Malang, Jawa Timur, pada Sabtu, 10 Januari. Fasilitas ini diharapkan dapat menjadi pusat riset terkemuka yang berfokus pada kajian penyakit menular. Rektor UB, Widodo, menyatakan keinginan kuat agar pusat ini menjadi wadah bagi berbagai kajian mendalam terkait infectious disease, termasuk varian baru yang berpotensi muncul di masa depan.

Pengembangan fasilitas ini sejalan dengan komitmen UB untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas. Melalui riset yang komprehensif, Pusat Penyakit Menular RSUB berambisi untuk mengembangkan proses terapi dan menciptakan vaksin guna menangani beragam jenis penyakit menular. Inisiatif ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat kapasitas kesehatan nasional.

Keberadaan pusat penyakit menular ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk Kedutaan Besar Uni Eropa untuk Indonesia. Uni Eropa memberikan bantuan alat-alat medis krusial untuk operasional fasilitas Pusat Penyakit Menular. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperluas akses pelayanan kesehatan berkualitas bagi masyarakat Jawa Timur.

Rektor UB, Widodo, menegaskan bahwa pengembangan fasilitas Infectious Disease Center RSUB didasari oleh semangat untuk menghadirkan manfaat bagi seluruh masyarakat. Pusat ini dirancang untuk menjadi garda terdepan dalam penelitian dan pengembangan solusi untuk penyakit menular. Tujuannya adalah membangun proses terapi yang efektif serta menciptakan vaksin yang mampu mengatasi berbagai jenis infeksi, termasuk ancaman patogen baru di masa mendatang.

Visi ini mencerminkan kebutuhan mendesak akan inovasi dalam penanganan penyakit infeksi yang terus berkembang. Dengan fokus pada riset mendalam, Pusat Penyakit Menular RSUB diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap ilmu pengetahuan dan kesehatan publik. Upaya ini menjadi krusial mengingat infeksi merupakan salah satu dari tiga kasus penyakit terbesar, bersama kanker dan penyakit metabolik.

Pusat riset ini akan mengkaji secara komprehensif berbagai aspek penyakit menular, mulai dari patogenesis, diagnostik, hingga pengembangan intervensi terapeutik. Kolaborasi dengan pakar dari berbagai disiplin ilmu akan diperkuat untuk memastikan hasil riset yang relevan dan aplikatif. Harapannya, temuan dari pusat ini dapat segera diimplementasikan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Keberhasilan pendirian Infectious Disease Center RSUB tidak terlepas dari peran penting Kedutaan Besar Uni Eropa untuk Indonesia. Duta Besar Uni Eropa, Denis Chaibi, menjelaskan bahwa fasilitas ini merupakan bagian dari kemitraan investasi Global Gateway yang lebih luas dengan Pemerintah Indonesia. Kemitraan ini mencakup sektor kesehatan, pendidikan, dan penelitian, menunjukkan komitmen Uni Eropa dalam mendukung pembangunan di Indonesia.

Melalui pendekatan "Tim Eropa", Uni Eropa dan negara-negara anggotanya bermitra erat dengan kementerian di Republik Indonesia serta Rumah Sakit Universitas Brawijaya. Bantuan alat-alat medis yang diberikan oleh Uni Eropa sangat vital untuk mengoperasionalkan fasilitas Pusat Penyakit Menular. Ini menunjukkan kolaborasi internasional yang kuat dalam menghadapi tantangan kesehatan global.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, dr. Husnul Muarif, menyambut baik kehadiran pusat ini. Ia berharap Pusat Penyakit Infeksi ini dapat menjadi rujukan utama bagi masyarakat dan rumah sakit di wilayah Malang Raya. Dengan fasilitas dan kapasitas riset yang mumpuni, diharapkan pelayanan kesehatan terkait infeksi dapat ditingkatkan secara signifikan di tingkat regional.

Infectious Disease Center RSUB dilengkapi dengan berbagai layanan dan fasilitas inti yang modern dan komprehensif. Ini dirancang untuk mendukung baik pelayanan medis maupun kegiatan riset. Keberadaan fasilitas ini menjadi penunjang utama dalam upaya penanganan dan pencegahan penyakit menular di Indonesia.

Fasilitas yang tersedia meliputi layanan rawat jalan penyakit menular, yang memungkinkan pasien mendapatkan konsultasi dan penanganan tanpa perlu rawat inap. Selain itu, terdapat layanan gawat darurat yang siap menangani kasus-kasus infeksi akut. Untuk kasus non-definitif, tersedia fasilitas penitipan anak untuk transit, menunjukkan perhatian pada kenyamanan pasien dan keluarga.

Pusat ini juga menyediakan layanan rawat inap khusus penyakit menular, memastikan pasien mendapatkan perawatan intensif dan isolasi yang diperlukan. Salah satu fasilitas krusial adalah Laboratorium Tingkat Keamanan Hayati 2 (BSL-2). Laboratorium ini memungkinkan penelitian dan diagnostik patogen dengan risiko sedang, mendukung riset mendalam dan pengembangan vaksin di masa depan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi