Unand Buktikan Slogan 'Kedjajaan Bangsa' Selama 69 Tahun, Lahirkan Tinta Pemilu dari Gambir

Gubernur Sumbar Mahyeldi menegaskan Unand telah membuktikan slogan 'Kedjajaan Bangsa' selama 69 tahun, dengan riset berdampak seperti tinta Pemilu dari gambir yang kini digunakan nasional.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Unand Buktikan Slogan 'Kedjajaan Bangsa' Selama 69 Tahun, Lahirkan Tinta Pemilu dari Gambir
Gubernur Sumbar Mahyeldi menegaskan Unand telah membuktikan slogan 'Kedjajaan Bangsa' selama 69 tahun, dengan riset berdampak seperti tinta Pemilu dari gambir yang kini digunakan nasional. (Merdeka.com)

Universitas Andalas (Unand) telah membuktikan slogan 'Kedjajaan Bangsa' dalam membangun Indonesia, khususnya di Provinsi Sumatera Barat. Hal ini disampaikan oleh Gubernur Sumbar Mahyeldi pada peringatan Dies Natalis ke-69 Unand di Padang. Kontribusi universitas tertua di luar Pulau Jawa ini terlihat dari berbagai riset berdampak serta lulusan yang aktif berkontribusi terhadap pembangunan.

Pernyataan Gubernur Mahyeldi tersebut disampaikan pada Sabtu, 13 September, menyoroti peran strategis Unand dalam kemajuan daerah dan nasional. Ia menekankan bahwa Unand secara konsisten menghasilkan inovasi dan sumber daya manusia berkualitas. Kontribusi Unand sangat signifikan bagi kemajuan bangsa.

Salah satu bukti nyata dari kontribusi tersebut adalah inovasi tinta Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. Tinta ini diciptakan dari tanaman gambir dan kini telah digunakan secara nasional oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Inovasi ini menunjukkan dampak positif dari penelitian yang dilakukan Unand.

Kontribusi Nyata Unand untuk Kemajuan Bangsa

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, memuji peran Universitas Andalas dalam memajukan daerah dan Indonesia secara keseluruhan. Lulusan serta hasil riset dari Unand telah banyak membantu mengatasi berbagai permasalahan yang ada di masyarakat. Ini memperkuat posisi Unand sebagai pilar pendidikan dan inovasi.

"Hari ini Unand genap berusia 69 tahun dan sudah membuktikan diri terhadap kemajuan bangsa, lebih khusus bagi Ranah Minang lewat lulusan dan hasil riset yang sangat membantu berbagai permasalahan di masyarakat," kata Gubernur Sumbar Mahyeldi. Ia menekankan pentingnya peran Unand dalam mencapai 'Kedjajaan Bangsa'.

Sebagai institusi pendidikan tinggi, Unand secara konsisten menghasilkan inovasi yang relevan dan berdampak. Kontribusi ini sejalan dengan visi 'Kedjajaan Bangsa' yang telah diusung sejak awal pendirian universitas. Unand terus berupaya memberikan solusi konkret bagi tantangan bangsa.

Inovasi Tinta Pemilu Gambir dan Hilirisasi Sumber Daya Alam

Contoh paling menonjol dari kontribusi Unand adalah pengembangan tinta Pemilu 2024. Tinta ini merupakan inovasi yang diciptakan dari tanaman gambir, sebuah sumber daya alam lokal yang melimpah di Sumatera Barat. Pengembangan ini menunjukkan potensi besar hilirisasi produk pertanian.

Inovasi tinta gambir ini telah digunakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) di hampir setiap provinsi di Tanah Air. Penerapannya mencakup pelaksanaan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, hingga pemilihan kepala daerah pada tahun yang sama. Ini menunjukkan skala dampak dari penelitian Unand.

Gubernur Mahyeldi menilai bahwa inovasi tinta pemilu ini selaras dengan gagasan Presiden Prabowo Subianto. Gagasan tersebut menekankan pentingnya penguatan hilirisasi sumber daya alam di Indonesia. Tujuannya adalah agar berbagai sumber daya yang ada dapat memberikan dampak langsung kepada petani maupun masyarakat secara umum.

"Kita ingin Unand terus meneliti gambir, tentang apa saja produk turunan yang bisa dihasilkan atau dihilirisasikan, sehingga membawa dampak ekonomi bagi bangsa dan negara," harap Mahyeldi. Harapan ini menunjukkan dukungan pemerintah daerah terhadap riset Unand.

Komitmen Berkelanjutan Unand Sejak Pendirian

Rektor Unand, Efa Yonnedi, menegaskan komitmen universitas yang berkelanjutan sejak diresmikan. Unand terus memberikan kontribusi besar bagi pembangunan bangsa dari berbagai bidang. Komitmen ini telah menjadi bagian integral dari identitas Unand.

Perguruan tinggi tertua di luar Pulau Jawa ini diresmikan pada 13 Desember 1956 oleh Wakil Presiden Mohammad Hatta. Sejak saat itu, Unand telah menjadi pilar penting dalam pendidikan dan penelitian di Indonesia. Unand terus berupaya meningkatkan kualitas dan relevansinya.

"Kontribusi Unand selama 69 tahun terakhir merupakan komitmen besar kami untuk terus membantu pembangunan bangsa dari berbagai bidang," kata Rektor Unand. Pernyataan ini menegaskan dedikasi Unand dalam mewujudkan visi 'Kedjajaan Bangsa' melalui pendidikan dan inovasi.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi