UGM Buka Suara soal Salah Satu Dosen di Susunan Pengurus Yayasan Daycare Little Aresha
UGM menunjukkan kepedulian terhadap para korban, baik anak-anak maupun orang tua yang terdampak, dan akan terus mendukung proses hukum yang sedang berlangsung.
Pihak Universitas Gadjah Mada (UGM) buka suara menjawab terkait salah satu dosen terseret di kasus penganiayaan dan penelantaran anak daycare Little Aresha, Yogyakarta.
Adalah seorang perempuan bernama Cahyaningrum Dewojat yang dimaksud. Dalam struktur pengurus yayasan tersebut, Cahyaningrum disebut sebagai penasihat. Namun, pihak UGM memilih untuk tidak memberikan komentar lebih lanjut mengenai isu ini.
Juru Bicara UGM, I Made Andi Arsana, mengonfirmasi bahwa Cahyaningrum adalah dosen aktif di UGM. Meski demikian, keterlibatan Cahyaningrum dalam yayasan itu tidak mewakili institusi UGM, melainkan merupakan kapasitas pribadi dari yang bersangkutan.
“Terkait dengan informasi yang menyebutkan bahwa penasihat Yayasan Daycare Little Aresha Yogyakarta merupakan salah satu dosen di perguruan tinggi kami, dapat kami sampaikan bahwa yang bersangkutan benar merupakan dosen aktif yang terlibat dalam pengelolaan daycare tersebut dalam kapasitas pribadi,” ujar Made dalam keterangan tertulisnya pada hari Senin (27/4).
Pernyataan ini menegaskan bahwa meskipun Cahyaningrum memiliki posisi di yayasan, hal tersebut tidak berkaitan langsung dengan perannya sebagai dosen di UGM.
UGM Prihatin ke Anak di Little Aresha
Terkait dengan insiden penganiayaan yang terjadi di daycare Little Aresha, Made mengungkapkan rasa prihatin yang mendalam. Universitas Gadjah Mada (UGM) turut berempati kepada semua korban, baik anak-anak maupun orang tua yang terkena dampak dari peristiwa tersebut.
“Kami menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas dugaan tindak kekerasan yang terjadi di lingkungan Daycare Little Aresha. Kami juga menyampaikan empati yang tulus kepada para penyintas, khususnya anak-anak, beserta keluarga yang terdampak,” tutur Made. UGM berkomitmen untuk mendukung upaya pemulihan dan memberikan perhatian lebih kepada anak-anak yang mengalami trauma akibat kejadian ini.
UGM Tunggu Hasil Proses Hukum
Universitas Gadjah Mada (UGM) sebagai lembaga pendidikan tinggi sangat menjunjung tinggi prinsip objektivitas dan memiliki komitmen yang kuat terhadap perlindungan anak.
"Kami juga menjunjung tinggi prinsip objektivitas serta komitmen terhadap perlindungan anak. Sejalan dengan itu, kami terus memantau perkembangan kasus ini dengan saksama dan siap mengambil langkah tindak lanjut sesuai kapasitas UGM berdasarkan ketentuan yang berlaku," ujar Made.
UGM berkomitmen untuk terus memantau perkembangan kasus dugaan kekerasan yang terjadi di daycare Little Aresh dan akan mengambil tindakan sesuai dengan regulasi yang berlaku.
"Perlu dipahami bahwa beliau (Cahyaningrum) bertindak dalam kapasitas personal nggih. Saat ini masih berproses. UGM mengikuti proses dengan baik," ujarnya.