Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) mengambil langkah signifikan untuk meningkatkan akses air bersih bagi masyarakat di Desa Wonorejo, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo. Proyek pipanisasi yang telah berjalan ini akan diperluas jangkauannya. Inisiatif ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan dasar air bersih yang vital bagi kehidupan sehari-hari warga setempat.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, langsung meninjau lokasi proyek pipanisasi tersebut pada Sabtu lalu. Dalam kunjungannya, Khofifah menekankan pentingnya ketersediaan air bersih yang memadai bagi seluruh lapisan masyarakat. Perluasan ini didanai oleh APBD Pemprov Jawa Timur, menunjukkan komitmen pemerintah daerah.
Perluasan proyek pipanisasi ini akan menambah layanan hingga 350 sambungan rumah tangga dari sumber sumur bor desa yang sudah ada. Saat ini, proyek tersebut telah melayani sekitar 100 rumah tangga di beberapa dusun. Langkah ini diharapkan dapat membawa manfaat besar bagi warga yang sebelumnya kesulitan mendapatkan akses air bersih.
Advertisement
Advertisement
Proyek pipanisasi di Desa Wonorejo, Situbondo, merupakan upaya strategis Pemprov Jatim dalam memastikan ketersediaan air bersih. Sumber air utama berasal dari sumur bor milik desa setempat yang memiliki debit layanan cukup besar. Saat ini, proyek ini telah berhasil menyalurkan air ke 100 rumah tangga di empat dusun.
Dusun-dusun yang telah merasakan manfaat dari proyek pipanisasi ini meliputi Dusun Randuagung, Kendal, Jelun, dan Pandean. Debit air yang dihasilkan dari sumur bor tersebut mencapai dua liter per detik. Kapasitas ini dinilai sangat memadai untuk melayani lebih banyak rumah tangga di wilayah tersebut.
Gubernur Khofifah Indar Parawansa menyatakan bahwa kapasitas debit air yang ada sebenarnya cukup untuk melayani hingga 350 rumah tangga. Oleh karena itu, Pemprov Jatim melalui Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya (PRKPCK) akan segera memperluas jangkauan layanan. Perluasan ini diharapkan dapat menjangkau 250 rumah tangga tambahan.
Advertisement
Proyek pipanisasi awal untuk 100 rumah tangga ini telah rampung dikerjakan dan manfaatnya pun telah dirasakan oleh banyak warga. Terutama bagi mereka yang sebelumnya belum memiliki akses air bersih yang memadai. Keberhasilan tahap pertama menjadi dasar kuat untuk melanjutkan perluasan jaringan.
Advertisement
Dalam kunjungannya, Gubernur Khofifah Indar Parawansa secara langsung memberikan instruksi untuk percepatan perluasan proyek pipanisasi ini. Ia meminta Kepala Desa Wonorejo agar segera berkoordinasi dengan Kepala Dinas PRKPCK Pemprov Jatim. Koordinasi ini penting untuk mendata rumah-rumah yang berpotensi untuk disambungkan.
"Kalau ada rumah tangga terdekat dari sini dan masih cukup potensinya untuk tambahan 250 rumah tangga, saya minta disegerakan," tegas Khofifah. Pernyataan ini menunjukkan urgensi pemerintah provinsi dalam memastikan seluruh warga mendapatkan akses air bersih. Prioritas diberikan kepada rumah tangga yang lokasinya berdekatan dengan jaringan yang sudah ada.
Khofifah juga menekankan bahwa air merupakan salah satu sumber kehidupan terpenting bagi masyarakat. Oleh karena itu, pemerintah akan terus berupaya membangun kanalisasi dari berbagai sumber air di seluruh daerah. Pembangunan infrastruktur air bersih menjadi fokus utama dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat Jawa Timur.
Advertisement
"Air itu sumber kehidupan, sehingga kami terus berkeliling untuk membangun kanalisasi dari sumber-sumber air ke rumah tangga, sekolah maupun tempat ibadah terdekat," ujar Khofifah. Komitmen ini mencerminkan visi pemerintah untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan layak huni bagi seluruh warganya.
Sumber: AntaraNews