Tragedi Sidoarjo Renggut 63 Nyawa, AHY Minta Pemda Proaktif Pengawasan Bangunan Publik

Menko AHY mendesak pemerintah daerah proaktif dalam pengawasan bangunan publik pasca tragedi musholla ambruk di Sidoarjo yang menewaskan 63 orang. Apa langkah selanjutnya untuk mencegah insiden serupa?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tragedi Sidoarjo Renggut 63 Nyawa, AHY Minta Pemda Proaktif Pengawasan Bangunan Publik
Menko AHY mendesak pemerintah daerah proaktif dalam pengawasan bangunan publik pasca tragedi musholla ambruk di Sidoarjo yang menewaskan 63 orang. Apa langkah selanjutnya untuk mencegah insiden serupa? (AntaraNews)

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyerukan pemerintah daerah untuk lebih proaktif dalam mengawasi kelayakan bangunan publik. Seruan ini disampaikan pasca tragedi ambruknya musholla Pondok Pesantren Al Khoziny di Sidoarjo, Jawa Timur, yang menelan banyak korban jiwa.

AHY menekankan pentingnya peran aktif Pemda dalam memastikan infrastruktur bangunan masyarakat, termasuk aset pribadi dan komunal, memenuhi standar keselamatan. Pernyataan ini disampaikan seusai Rapat Koordinasi Tingkat Menteri di Jakarta, yang membahas penanganan kendaraan ODOL. Pentingnya pengawasan bangunan publik menjadi sorotan utama.

Tragedi di Sidoarjo menjadi peringatan serius bagi semua pihak mengenai urgensi penegakan standar konstruksi. Langkah-langkah preventif dan inspeksi berkala diharapkan dapat mencegah terulangnya insiden serupa di masa mendatang.

Menko AHY mengimbau para pemimpin di daerah untuk lebih gencar meyakinkan masyarakat agar kondisi infrastruktur bangunan selalu diawasi. Ia menyoroti bahwa banyak bangunan merupakan aset pribadi atau komunal yang dibangun secara swadaya, sehingga memerlukan perhatian khusus dari otoritas setempat.

"Saya mengimbau para pemimpin di daerah lebih proaktif lagi meyakinkan agar kondisi infrastruktur bangunan masyarakat yang tidak semua merupakan proyek pemerintah, banyak sekali itu adalah aset pribadi, aset komunal, proyek swadaya yang harus saling mengingatkan dan harus diawasi," kata AHY di Jakarta.

AHY mendorong pemerintah daerah agar proaktif memastikan bangunan masyarakat, baik milik swasta maupun komunal, memenuhi syarat teknis dan mendapatkan pengawasan berkala dari otoritas terkait. Pengawasan bangunan publik secara berkala oleh otoritas terkait menjadi kunci untuk menjamin keamanan dan kelayakan.

Langkah ini krusial untuk mencegah insiden tragis yang disebabkan oleh kegagalan struktur bangunan. Pemerintah daerah memiliki peran sentral dalam menegakkan aturan dan standar pengawasan bangunan publik.

AHY menyampaikan rasa duka mendalam atas peristiwa ambruknya musholla di Sidoarjo yang menelan korban jiwa. Ia menegaskan kembali perlunya penegakan standar konstruksi yang memenuhi aspek keselamatan dan keamanan bangunan.

Hasil koordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum, Basarnas, serta pemerintah Provinsi Jawa Timur menunjukkan penyebab utama ambruknya bangunan tersebut. Kondisi konstruksi yang tidak sesuai standar keselamatan menjadi faktor krusial.

"Memang akibat kondisi bangunan yang tidak layak, bisa dikatakan tidak sesuai dengan standar konstruksi yang memenuhi aspek keamanan. Ini yang menyebabkan abruknya bangunan sehingga mengakibatkan banyak sekali korban jiwa," ujar AHY.

Tragedi ini menjadi peringatan keras bagi semua pihak agar lebih disiplin dalam menerapkan standar bangunan. Terutama pada fasilitas publik seperti sekolah, rumah sakit, dan tempat ibadah, pengawasan bangunan publik harus diperketat demi keselamatan bersama.

Menko AHY menegaskan bahwa keselamatan manusia harus menjadi prioritas utama dalam setiap pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur. Langkah-langkah preventif, termasuk inspeksi dan audit bangunan publik, harus dilakukan secara menyeluruh.

Upaya ini bertujuan untuk mencegah tragedi serupa terulang di masa depan. Penegakan kembali standar konstruksi yang layak dan aman merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat dan pemerintah.

"Mari kita sama-sama menegakkan kembali standar konstruksi bangunan yang memang memenuhi aspek yang layak dan juga aman buat semua," imbuh AHY, menekankan pentingnya kolaborasi dalam pengawasan bangunan publik.

Berdasarkan data terakhir Badan Pencarian dan Penyelamatan Nasional (Basarnas) pada Senin (6/10) pukul 19.00 WIB, tercatat 63 korban meninggal dunia akibat insiden tersebut. Dari jumlah tersebut, enam di antaranya merupakan bagian tubuh yang tidak utuh.

Dari 167 korban yang berhasil dievakuasi, 104 orang dinyatakan selamat. Pihak berwenang memprediksi masih terdapat sekitar 10 korban yang tertimbun reruntuhan dan hingga kini masih dalam proses pencarian.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi