Tradisi Guyangan: Ritual Penyucian Kereta Kencana Menjelang Grebeg Besar di Kabupaten Demak

Tradisi guyangan umumnya dilaksanakan di halaman belakang Dinas Pariwisata Kabupaten Demak.

Switzy Sabandar
Oleh Switzy Sabandar - Reporter
Tradisi Guyangan: Ritual Penyucian Kereta Kencana Menjelang Grebeg Besar di Kabupaten Demak
Grebeg Besar Demak, Arak-Arakan Budaya Saat Idul Adha Tiba (© 2025 Liputan6.com)

Masyarakat di Kabupaten Demak masih menjaga dan melestarikan berbagai tradisi unik, salah satunya adalah tradisi guyangan. Tradisi ini biasanya dilaksanakan menjelang puncak acara grebeg besar Demak yang jatuh pada tanggal 10 Zulhijah.

Mengutip dari pariwisata.demakkab.go.id, guyangan adalah tradisi yang bertujuan untuk menyucikan dan membersihkan kereta kencana. Kegiatan ini rutin dilakukan sebelum prosesi iring-iringan Prajurit Patangpuluhan.

Tradisi ini pertama kali dilaksanakan pada tahun 2017 dengan tujuan menjaga agar properti kirab Prajurit Patangpuluhan dan peralatan yang digunakan dalam kegiatan budaya tetap terawat dengan baik.

Kereta kencana yang akan dinaiki oleh Adipati Bintoro (Bupati Demak) dan pejabat lainnya diberi nama kereta kencana Kyai Bintoro. Selain itu, ada juga kereta yang akan digunakan oleh wakil bupati dan lurah Tamtama.

Dalam tradisi ini, kereta beserta perlengkapannya juga dibersihkan. Selain kereta, perlengkapan pusaka milik Prajurit Patangpuluhan yang akan mengawal minyak jamas turut dibersihkan dan diberi minyak.

Beberapa perlengkapan tersebut meliputi keris, tombak, dan pedang. Kegiatan ini juga bertujuan untuk memastikan bahwa semua properti dalam kondisi siap untuk digunakan.

Tradisi guyangan biasanya berlangsung di halaman belakang Dinas Pariwisata Kabupaten Demak, di mana Ahmad Widodo, seorang budayawan setempat, sering terlibat dalam pelaksanaannya.

Selama pelaksanaan tradisi ini, diiringi dengan doa dan kidung rekso. Selain itu, diadakan juga selametan atau syukuran dengan menyajikan bubur, jajan pasar, dan tumpengan.

Tradisi guyangan bukan hanya sekadar ritual pembersihan kereta kencana, tetapi juga merupakan ungkapan doa kepada Allah agar acara grebeg besar dapat berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Hingga saat ini, tradisi ini masih terus dilestarikan sebagai salah satu warisan budaya yang berharga bagi Kabupaten Demak.

Penulis: Resla

Rekomendasi