TNI tegaskan isu penyusup mau celakai Jokowi & Habib Rizieq hoax

Senin, 5 Desember 2016 00:35 Reporter : Ramadhian Fadillah
TNI tegaskan isu penyusup mau celakai Jokowi & Habib Rizieq hoax Jokowi gelar Salat Jumat di Monas. ©2016 merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Beredar isu yang berkembang di media sosial dan masyarakat, terkait adanya penyusup yang dibayar untuk mencelakai Presiden RI Joko Widodo dan Habib Rizieq saat berlangsungnya Aksi Super Damai 212 lalu. Panglima TNI menegaskan isu itu sangat tidak benar.

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, di Jakarta, Minggu (4/12) mengatakan saat itu dirinya ikut dan berada di belakang Presiden RI Joko Widodo.

"Tidak ada anggota Pasukan Pengamanan Kepresidenan yang menangkap salah satu orang, yang ditengarai merupakan salah satu pendukung Ahoker," tegasnya.

"Kepada seluruh masyarakat Indonesia dimana pun berada, agar lebih waspada dan selektif lagi dalam memilah dan memilih berita ataupun informasi yang disebarkan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab melalui media massa, khususnya media sosial," imbaunya.

Sementara itu, Kapuspen TNI Mayjen TNI Wuryanto, menambahkan Aksi Super Damai 212 yang berlangsung dengan tertib dan aman tersebut, jangan dinodai oleh isu-isu ataupun berita-berita tidak benar yang bertujuan untuk mencederai umat Islam Indonesia dalam menyampaikan aspirasinya.

"Jangan membenturkan kelompok yang satu dengan kelompok masyarakat lainnya," tegasnya.

"Kita semua berterima kasih kepada seluruh warga masyarakat yang datang ke Silang Monas melakukan doa bersama, untuk negara dan bangsa Indonesia yang tercinta ini," katanya.

Menurut Kapuspen TNI, peristiwa Aksi Super Damai 212 beberapa waktu lalu sudah berjalan dengan aman. "Ini benar-benar menunjukkan kepada dunia bahwa, Islam adalah Rahmatan Lil Alamin," pungkasnya. [ian]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini