TNI AD Bantu Korban Banjir Agam, Terjang Medan Sulit untuk Pemakaman Jenazah

Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan 897/Singgalang dan Kodim 0304/Agam sigap TNI AD bantu korban banjir Agam dengan proses pemakaman di Salareh Aia, Palembayan. Simak perjuangan mereka!

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
TNI AD Bantu Korban Banjir Agam, Terjang Medan Sulit untuk Pemakaman Jenazah
Pasukan TNI AD Bantu Korban Banjir Agam, menembus medan sulit di Salareh Aia untuk evakuasi dan pemakaman jenazah. Kisah haru di balik bencana. (AntaraNews)

Anggota TNI Angkatan Darat dari Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan 897/Singgalang dan Komando Distrik Militer (Kodim) 0304/Agam menunjukkan dedikasi tinggi dalam membantu masyarakat. Mereka terlibat aktif dalam proses pemakaman jenazah korban banjir bandang di Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Bantuan ini diberikan setelah banjir bandang melanda wilayah tersebut pada Kamis (27/11) sore, menyebabkan kerugian besar.

Proses pemakaman yang berlangsung pada Senin (01/12) ini melibatkan puluhan personel TNI AD. Mereka tidak hanya membantu penggalian makam, tetapi juga mengangkut jenazah melewati medan yang sangat sulit. Kondisi jalan yang berlumpur tebal dan jembatan darurat menjadi tantangan utama bagi para prajurit.

Selain membantu pemakaman, personel TNI AD juga turut serta dalam upaya pencarian korban yang masih hilang. Mereka berhasil menemukan dua jenazah korban banjir bandang pada hari Senin tersebut. Bantuan logistik juga disalurkan kepada warga yang mengungsi, menunjukkan komitmen penuh TNI AD dalam penanganan bencana.

Danunit Intel Kodim 0304/Agam, Letda czi Asmanto, menjelaskan bahwa puluhan anggota TNI AD terlibat langsung dalam proses pemakaman. "Anggota yang terlibat dalam pemakaman ini sekitar puluhan orang," katanya. Mereka mengawal jenazah dari Padang Gadiah menuju Padang Landua, Jorong Kampuang Tangah Timur, Salareh Aia Timur, yang berjarak sekitar tiga kilometer.

Medan yang harus dilalui sangat menantang, dengan kondisi lumpur tebal yang menyulitkan pergerakan. Selain itu, para prajurit juga harus melewati jembatan darurat yang dibangun oleh masyarakat bersama TNI. Jembatan ini menjadi satu-satunya akses setelah Sungai Batang Nanggang melebar akibat dampak banjir bandang yang terjadi. Letda czi Asmanto menekankan, "Anggota cukup hati-hati melewati lumpur tersebut dan termasuk melewati jembatan darurat."

Bantuan TNI AD bantu korban banjir Agam ini sangat berarti bagi keluarga korban. Salah satu ahli waris, Ripnayeni, mengungkapkan rasa terima kasihnya. "Kami sebagai ahli waris mengucapkan terima kasih atas bantuan pemakaman dari awal sampai selesai," ujarnya. Ia menjelaskan bahwa di Padang Landua tidak ada keluarga laki-laki yang bisa membantu, sehingga mereka meminta bantuan dari posko TNI AD untuk memakamkan kakaknya, Indrawati (61).

Proses pemakaman Indrawati selesai pada pukul 19.00 WIB, hanya dengan penerangan sederhana. Ini menunjukkan betapa daruratnya situasi dan kesigapan TNI AD bantu korban banjir Agam dalam kondisi terbatas.

Selain membantu pemakaman, anggota TNI AD juga aktif dalam operasi pencarian korban hilang. Pada hari Senin, mereka berhasil menemukan dua mayat korban banjir bandang, menambah jumlah korban yang berhasil dievakuasi. Upaya pencarian ini terus dilakukan mengingat masih ada beberapa warga yang belum ditemukan setelah kejadian nahas tersebut.

Banjir bandang yang melanda Salareh Aia pada Kamis (27/11) sore menyebabkan kerusakan parah. Sungai Batang Nanggang meluap dan menyapu rumah-rumah warga. Salah satu korban yang ditemukan adalah Indrawati (61), yang rumahnya tidak jauh dari sungai. Sebelum kejadian, keluarga sempat mengingatkan Indrawati untuk mengungsi karena curah hujan yang tinggi, namun nahas, ia dan suaminya, Simon Oskarmon (63), terseret arus.

Ripnayeni menuturkan bahwa kakaknya, Indrawati, ditemukan setelah pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lubuk Basung memberitahukannya. "Kakak saya ditemukan usai pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lubuk Basung memberitahukan ke saya, Senin," jelasnya. Lokasi penemuan jenazah tidak diketahui pasti oleh keluarga, hanya informasi dari RSUD Lubuk Basung.

Di Jorong Kampung Tangah Barat, total ada empat korban yang terseret banjir bandang. Dua di antaranya adalah keluarga Ripnayeni, dan dua lainnya adalah tetangga, Siah (60) serta Sibuih (68). Hingga Senin, tiga korban sudah ditemukan, namun suami Indrawati, Simon Oskarmon, masih belum berhasil ditemukan. Ini menunjukkan skala bencana dan pentingnya bantuan dari berbagai pihak, termasuk TNI AD bantu korban banjir Agam.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi