Komisi IV DPR menyentil Menko Pangan Zulkifli Hasan turun tangan mengatasi masalah beras premium oplosan yang beredar di masyarat. Ketua Komisi IV DPR Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto mendesak Zulhas tidak berdiam diri dan menyerahkan kasus ke Mentan Amran Sulaiman.
“Itu kan ada menkonya ya. Tolong itu menkonya juga turun tangan, jangan diam-diam saja. Supaya ini dikoordinasikan ya,” kata Titiek di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (16/7).
Titiek meminta pemerintah jangan terlalu banyak membuat aksi atau berita heboh oplosan yang justru menambah bingung rakyat.
“Jangan sedikit-sedikit heboh ini heboh itu. Ini rakyat jadi bingung,” tegasnya.
Selain itu, Titiek mendesak pemerintah mengusut tuntas kasus beras premium oplosan yang telah merugikan masyarakat luas.
“Kita ini mau lagi semangat-semangatnya urusan swasembada pangan, swasembada beras. Tapi kok ini ditemukan ada beras oplosan. Ini merugikan masyarakat,” kata Titiek.
Menurut Titiek, perusahaan beras nakal harus dihukum dan diberi efek jera. Dia mengingatkan agar tidak pilah pilih menindak perusahaan bandel.
“Kita enggak boleh pilih-pilih itu perusahaan besar atau kecil, harus ditindak ya. Kalau memang itu betul salah terbukti dia oplos,” pungkasnya.
Advertisement
Mentan Amran Ngamuk
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan harga beras di pasaran akan segera turun. Dia juga menyindir soal merek beras premium dan medium yang padahal kualitasnya sama saja.
Amran mengatakan, pemerintah menyalurkan bantuan sosial beras kepada masyarakat sebesar 360 ribu ton.
Amran menyatakan, sudah berkomunikasi dengan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dan Badan Urusan Logistik (Bulog) untuk menyalurkan bansos beras. Saat ini sudah 62 ribu Ton bansos beras yang sudah disalurkan.
"Baru kami komunikasi dengan Pak Mendagri, Bulog. Bansos (beras) sudah disalurkan 62.000 ton. Itu besar," ujarnya kepada wartawan usai menghadiri Wisuda di Baruga Andi Pettarani Universitas Hasanuddin Makassar, Senin (14/5).