Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Tinggalkan Balapan Formula 1, Rio Haryanto Geluti Bisnis Kuliner

Tinggalkan Balapan Formula 1, Rio Haryanto Geluti Bisnis Kuliner Rio Haryanto. ©2022 Merdeka.com

Merdeka.com - Nama Rio Haryanto pernah melejit saat mencatatkan sejarah dengan tampil di kancah tertinggi dunia balap mobil Formula 1 (F1) pada tahun 2016, bersama tim Manor Racing. Sayang, kebersamaan Rio dengan Manor Racing tidak berlangsung lama. Rio harus meninggalkan tim Manor setelah terkendala finansial.

Meski belum berprestasi di balap jet darat, namun prestasi pemuda kelahiran Solo 22 Januari 1993 ini cukup membanggakan. Rio yang mulai menjajal setir sejak usia 6 tahun ini menjadi satu-satunya pembalap Indonesia yang pernah beraksi di F1.

Sejumlah prestasi nasional maupun internasional di dunia balap pernah diraih. Salah satunya adalah juara Formula BMW Pacific 2009. Bersama tim Pacific Racing.

Pandemi Covid-19 membuat putra pasangan pembalap nasional Sinyo Haryanto dan Indah Pennywati ini benar-benar tak bisa berkecimpung di dunia balap. Kini Rio yang mewarisi jiwa bisnis ayahnya, mulai merintis dunia yang sama. Jika Sinyo memilih usaha percetakan dan alat tulis, Rio lebih memilih berkecimpung di dunia kuliner.

"Sekarang kalau balapnya memang saya sudah enggak. Jadi saya fokus ke bisnis, bisnis keluarga dan bisnis restoran sekarang," ujar Rio saat ditemui merdeka.com di resto baru miliknya, Rabu (2/2).

Rio menyadari, dunia balap memang tak selamanya bisa membawa keberuntungan. Sehingga ia pun memiliki ambisi di bidang lain yang akan diperjuangkan.

"Di balap itu kan mungkin enggak selamanya juga ya. Jadi setelah enggak balap ini, saya ingin terus tetap punya ambisi lainnya. Yaitu ambisinya untuk ke bisnis. Semoga bisnis resto ini juga bisa berjalan dengan baik," bebernya.

Memutuskan untuk berbisnis di bidang kuliner, bukan tanpa alasan. Menurutnya, peluang meraup keuntungan di dunia kuliner sangat terbuka.

"Setiap orang pasti butuh makan ya setiap hari. Pagi, siang, malam. Jadi menurut saya ini adalah prospek bisnis yang cukup besar," ucap dia.

Rio mengaku saat ini memiliki dua resto di Jalan Adisucipto, Colomadu, Karanganyar, Solo. Resto yang pertama dibuka tiga tahun lalu bernama Grandis Barn. Resto yang bentuknya menyerupai gudang di tengah hutan jati tersebut kini menjadi tempat nongkrong favorit yang keren dan Instagramable.

"Omsetnya cukup bagus sih. Rata-rata yang datang ke sini setiap harinya, kurang lebih ya 100-200 orang," katanya lagi.

Datangnya pandemi Covid-19 sempat membuat pengembangan bisnis resto Rio terhambat. Resto baru di belakang resto lama yang seharusnya dibuka setahun lalu, baru bisa shoft opening sekarang.

"Saya lagi buka resto baru lagi dengan nama Teakyard. Di mana ini adalah extension dari Grandis Barn. Kita melakukan shoft opening resto dengan konsep makanan mediterania," jelasnya.

Rio mentargetkan setiap tahun bisa membuka satu cabang atau satu resto yang baru. Namun keinginan tersebut harus tertunda akibat pandemi corona.

"Seharusnya yang ini tahun lalu sudah buka. Tapi dengan situasi yang masih di tengah pandemi, kita pending dulu. Alhamdulillah hari ini kita bisa buka untuk restoran yang kedua," tuturnya.

Rio optimistis dengan konsep menu mediterania tersebut akan mendatangkan banyak pengunjung, khususnya segmen keluarga. Apalagi, menurutnya, menu mediterania, belum banyak dijumpai di Kota Bengawan.

"Di Solo saya melihat belum terlalu banyak konsep makan seperti ini. Rata-rata kan di Solo itu banyak yang western, Chinese Food atau Indonesian. Jadi yang ini bisa dibilang sangat sedikit sekali, dan saya ingin masyarakat bisa mencicipi makanan mediterania ini di Teakyard Solo," tutup Rio.

(mdk/cob)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP