Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Tiga Warga Kota Tasikmalaya Meninggal Akibat DBD

Tiga Warga Kota Tasikmalaya Meninggal Akibat DBD demam berdarah. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya mencatat bahwa sejak Januari 2020 telah terjadi 150 kasus demam berdarah dengue (DBD). Dari 150 kasus tersebut, tiga orang warga dilaporkan meninggal dunia.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Uus Supangat mengatakan, tiga pasien yang meninggal dunia semuanya berusia dewasa. Dengan melihat hal tersebut, dia berjanji terus melakukan penanganan untuk mencegah penularan kasus DBD di tengah mewabahnya virus corona.

"Kita untuk DBD tidak berhenti menangani meski ada corona," ujarnya, Kamis (19/3).

Uus menjelaskan, wilayah yang paling rawan kasus DBD adalah Kecamatan Cibeureum dan Tamansari. "Namun, dalam kasus DBD, virus dapat menyebar ke seluruh kota," katanya.

Dengan melihat kerawanan tersebut, Uus mengimbau warga agar senantiasa melakukan pola hidup bersih dan sehat juga memerhatikan kebersihan lingkungan.

Walau jumlah kasus DBD di Kota Tasikmalaya mencapai 150 kasus, Uus mengklaim bahwa jumlah kasusnya mengalami penurunan dibanding periode yang sama di tahun sebelumnya. Penurunannya sendiri di kisaran 20-25 persen.

"Penurunan ini terjadi karena pada 2019 kita melakukan penyuluhan secara masif. Tapi tetap saja kita terus waspada, mudah-mudahan tidak naik lagi. Biasanya tengah tahun bisa naik lagi kasusnya," tutupnya.

(mdk/noe)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP