Ibu Kota Nusantara (IKN), yang terletak di Provinsi Kalimantan Timur, akan menjadi pusat percontohan nasional untuk upaya rehabilitasi mangrove. Inisiatif ini merupakan bagian dari Program Mangroves for Coastal Resilience (M4CR) yang digagas oleh Kementerian Kehutanan.
Program M4CR, yang mendapatkan dukungan pendanaan dari Bank Dunia, tidak hanya berfokus pada IKN tetapi juga akan dilaksanakan di wilayah strategis lainnya seperti Kalimantan Utara, Riau, dan Sumatera Utara. Penetapan IKN sebagai model diharapkan dapat mempercepat keberhasilan rehabilitasi ekosistem pesisir.
Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menyambut baik rencana ini dan menegaskan komitmen IKN untuk menyukseskan program tersebut. Ia menyatakan bahwa IKN siap menjadi lokasi percontohan yang prototipenya akan direplikasi ke daerah lain.
Advertisement
Advertisement
IKN Jadi Percontohan Program M4CR
Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menyampaikan optimismenya terhadap pelaksanaan Program M4CR di Ibu Kota Nusantara. Menurutnya, meskipun IKN telah melakukan upaya rehabilitasi sebelumnya, kehadiran M4CR memberikan tanggung jawab yang lebih besar untuk mencapai keberhasilan yang signifikan.
Program Mangroves for Coastal Resilience (M4CR) merupakan inisiatif penting yang didukung penuh oleh pendanaan dari Bank Dunia. Program ini dirancang untuk memperkuat ketahanan pesisir melalui rehabilitasi ekosistem mangrove di beberapa provinsi.
Selain IKN di Kalimantan Timur, program ini juga akan menjangkau wilayah Kalimantan Utara, Riau, dan Sumatera Utara, yang semuanya memiliki potensi besar untuk pengembangan mangrove. Basuki Hadimuljono menegaskan kesiapan IKN untuk menjadi lokasi percontohan.
Advertisement
"Jadi, kami siap untuk menjadi salah satu lokasi contoh. Nantinya, prototipe di IKN ini akan direplikasi untuk wilayah Kaltara, Kaltim, Riau, dan Sumut," ujar Basuki dalam acara Media Gathering M4CR di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.
Advertisement
Target Ambisius Rehabilitasi Mangrove di IKN
Otorita IKN telah menetapkan target ambisius dalam upaya rehabilitasi mangrove di wilayahnya. Secara keseluruhan, IKN menargetkan penanaman mangrove seluas sekitar 1.100 hektare.
Dari total tersebut, porsi untuk Program M4CR sendiri mencakup sekitar 150 hektare yang harus dikerjakan lebih cepat. Basuki Hadimuljono optimis bahwa target penanaman mangrove di IKN dapat dicapai tepat waktu, mengingat program M4CR memiliki target hingga tahun 2027.
Muhammad Zainal Arifin, Sekretaris Direktorat Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan Kementerian Kehutanan selaku direktur eksekutif Program M4CR, menjelaskan alasan pemilihan IKN sebagai lokasi awal.
Advertisement
"Kami ingin apa yang dicontohkan di IKN ini ditiru oleh pemerintah daerah lain. Kekuatan ekologi inilah yang menjamin pertumbuhan sosial dan ekonomi di masa depan," kata Zainal Arifin, menekankan pentingnya IKN sebagai model bagi daerah lain dalam menjaga ekologi.
Sumber: AntaraNews