Proyek M4CR, Rehabilitasi Mangrove Terbesar di Dunia, Targetkan 32.634 Hektare Hingga 2027

Program Mangroves for Coastal Resilience (M4CR) disebut sebagai proyek rehabilitasi mangrove terbesar di dunia, menargetkan 32.634 hektare hingga 2027. Simak detailnya!

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Proyek M4CR, Rehabilitasi Mangrove Terbesar di Dunia, Targetkan 32.634 Hektare Hingga 2027
Program Mangroves for Coastal Resilience (M4CR) disebut sebagai proyek rehabilitasi mangrove terbesar di dunia, menargetkan 32.634 hektare hingga 2027. Simak detailnya! (AntaraNews)

Program Mangroves for Coastal Resilience (M4CR) telah diakui sebagai proyek rehabilitasi mangrove terbesar di dunia, menargetkan luasan 32.634 hektare. Inisiatif besar ini bertujuan untuk memulihkan ekosistem pesisir yang vital di berbagai wilayah Indonesia. Proyek ambisius ini diharapkan selesai pada tahun 2027, menunjukkan komitmen serius terhadap kelestarian lingkungan.

Muhammad Zainal Arifin, Sekretaris Direktorat Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), menegaskan skala program ini. Ia menyampaikan bahwa belum pernah ada proyek rehabilitasi mangrove yang mencapai luasan sebesar M4CR. Pernyataan ini disampaikan dalam acara Media Gathering M4CR yang berlangsung di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, pada Sabtu (1/8).

Program M4CR merupakan kelanjutan dari upaya rehabilitasi mangrove yang telah dimulai sejak tahun 2022, awalnya bersama Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM). Setelah masa tugas BRGM berakhir, Direktorat Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan KLHK mengambil alih. Mereka melanjutkan amanah ini dengan target akhir yang telah ditetapkan secara ambisius.

Skala Global Proyek Rehabilitasi Mangrove M4CR

Program Mangroves for Coastal Resilience (M4CR) menorehkan sejarah sebagai proyek rehabilitasi mangrove terbesar di dunia, dengan target ambisius mencapai 32.634 hektare. Luasan ini belum pernah dicapai oleh proyek serupa sebelumnya, menandakan skala dan dampak yang diharapkan sangat signifikan. Program ini menjadi bukti nyata komitmen Indonesia dalam menjaga ekosistem pesisir.

Muhammad Zainal Arifin dari KLHK menekankan bahwa target luasan ini merupakan yang terbesar di tingkat global. Pencapaian target ini diharapkan akan memberikan kontribusi besar terhadap mitigasi perubahan iklim dan perlindungan garis pantai. Rehabilitasi mangrove sangat penting untuk menjaga keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Target 32.634 hektare tersebut dijadwalkan akan tercapai sepenuhnya pada tahun 2027. Keberlanjutan program ini menjadi prioritas setelah sebelumnya dijalankan bersama Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM). KLHK kini memegang kendali penuh untuk memastikan seluruh target rehabilitasi tercapai sesuai rencana.

Cakupan Wilayah dan Peran Strategis IKN dalam M4CR

Program M4CR tidak hanya berfokus pada skala, tetapi juga pada cakupan wilayah yang luas, meliputi empat provinsi utama di Indonesia. Provinsi-provinsi tersebut adalah Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sumatera Utara, dan Riau. Pemilihan lokasi ini didasarkan pada kebutuhan mendesak akan rehabilitasi ekosistem mangrove yang terdegradasi.

Secara khusus, Kalimantan Timur, yang juga mencakup kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), mendapatkan porsi rehabilitasi mangrove terbesar. Zainal menyebutkan bahwa hampir 12.000 hektare atau sekitar 30 persen lebih dari total target nasional M4CR akan diselesaikan di Kalimantan Timur. Hal ini menunjukkan pentingnya wilayah IKN dalam upaya konservasi mangrove nasional.

KLHK menjalin kolaborasi erat dengan Otorita IKN untuk melaksanakan upaya rehabilitasi di wilayah ibu kota baru. Kemitraan ini bertujuan untuk mengangkat citra IKN sebagai kota yang peduli lingkungan. Zainal berharap bahwa keberhasilan M4CR di IKN akan menjadi inspirasi bagi kegiatan rehabilitasi mangrove di seluruh Nusantara.

Komponen Program dan Manfaat Rehabilitasi Mangrove

Program M4CR dirancang dengan berbagai komponen kegiatan yang komprehensif untuk memastikan keberhasilan rehabilitasi mangrove. Upaya ini tidak hanya mencakup penanaman kembali mangrove, tetapi juga pemberdayaan masyarakat. Komponen-komponen tersebut meliputi pembentukan Desa Mandiri Peduli Mangrove (DMPM) dan pelaksanaan Sekolah Lapang Mangrove.

Selain itu, program ini juga fokus pada pengembangan mata pencarian berbasis mangrove bagi masyarakat lokal. Hal ini bertujuan untuk menciptakan keberlanjutan ekonomi sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya ekosistem mangrove. Pemberian bantuan pendanaan juga menjadi bagian integral untuk mendukung kegiatan rehabilitasi secara finansial.

Secara keseluruhan, Program M4CR diharapkan memberikan manfaat ganda, baik bagi lingkungan maupun masyarakat. Rehabilitasi mangrove akan membantu melindungi garis pantai dari abrasi, menyediakan habitat bagi keanekaragaman hayati, dan menyerap karbon. Pada saat yang sama, pemberdayaan masyarakat akan meningkatkan kesejahteraan dan partisipasi aktif dalam menjaga lingkungan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi