Kepolisian Resor Cianjur, Jawa Barat, telah memulai proses pemeriksaan dalam atau autopsi terhadap jasad seorang pria berinisial A (50) yang ditemukan tewas dalam kondisi membusuk di dapur rumahnya. Penemuan tragis ini terjadi pada Senin, 8 September, di Kelurahan Sawahgede, Kecamatan Cianjur, menimbulkan pertanyaan besar mengenai penyebab pasti kematian korban.
Jasad pria paruh baya tersebut pertama kali ditemukan oleh kakak kandungnya setelah mencium bau busuk menyengat dari dalam rumah dan merasa curiga adiknya tidak terlihat selama beberapa hari. Korban diduga telah meninggal dunia satu hari sebelum ditemukan, dengan kondisi jasad yang sudah kaku dan mengeluarkan bau tak sedap.
Dugaan awal mengarah pada kematian akibat penyakit yang diderita korban, namun pihak kepolisian tetap melakukan autopsi untuk memastikan penyebab sebenarnya. Proses ini diharapkan dapat memberikan kejelasan atas misteri di balik penemuan jasad yang membusuk ini.
Advertisement
Advertisement
Kronologi Penemuan Jasad Membusuk di Dapur
Penemuan jasad pria A (50) bermula dari kecurigaan kakak kandungnya yang tidak melihat korban keluar rumah selama beberapa hari. Bau busuk yang menyengat dari dalam kediaman korban di Kelurahan Sawahgede, Kecamatan Cianjur, semakin memperkuat dugaan adanya hal yang tidak beres.
Setelah dilakukan pencarian, jasad korban ditemukan tergeletak di lantai dapur dalam kondisi yang sudah membusuk. Saksi mata, Didin Samsudin (64), warga sekitar, mengungkapkan bahwa kondisi jasad menunjukkan korban meninggal bukan pada hari penemuan.
"Melihat jasadnya korban meninggal bukan hari ini, selain sudah kaku dan mengeluarkan bau busuk, terdapat makanan yang sudah kering di atas meja," kata Didin Samsudin, menjelaskan kondisi saat jasad ditemukan. Informasi dari warga juga menyebutkan bahwa korban terakhir terlihat pada Sabtu petang, tiga hari sebelum penemuan.
Advertisement
Korban sempat terlihat keluar rumah untuk sholat di masjid dan berinteraksi dengan warga, namun setelah itu tidak terlihat lagi hingga akhirnya ditemukan dalam kondisi tak bernyawa.
Advertisement
Dugaan Awal dan Riwayat Penyakit Korban
Kanit Reskrim Polsek Cianjur Ipda Radhika menjelaskan bahwa pemeriksaan awal terhadap jasad korban tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan. Hal ini menguatkan dugaan bahwa kematian korban bukan disebabkan oleh tindakan kriminal.
Menurut Ipda Radhika, korban memiliki riwayat penyakit darah tinggi dan pernah menjalani operasi akibat pendarahan di kepala. "Korban memiliki riwayat penyakit darah tinggi serta pernah menjalani operasi akibat pendarahan di kepala, diduga korban meninggal karena penyakit yang diderita saat tengah memasak di dapur," ujarnya.
Diduga, korban terjatuh saat tengah memasak air di dapur akibat penyakit yang dideritanya kambuh. Dugaan sementara ini menjadi fokus utama penyelidikan, meskipun autopsi tetap diperlukan untuk konfirmasi medis yang lebih akurat.
Advertisement
Advertisement
Langkah Autopsi untuk Kepastian Penyebab Kematian
Untuk memastikan penyebab pasti tewasnya korban, jasad pria A telah dibawa ke RSUD Sayang Cianjur guna dilakukan autopsi. Meskipun tidak ada luka bekas kekerasan benda tumpul atau tajam yang terlihat dari luar, autopsi dianggap krusial.
Pihak kepolisian akan menunggu hasil autopsi untuk mengumumkan penyebab resmi kematian korban. Selama ini, korban diketahui tinggal di rumah tersebut bersama kakak kandungnya setelah bercerai dengan istri dan anaknya yang tinggal di Bandung.
Ipda Radhika menegaskan bahwa hasil autopsi akan diumumkan setelah prosesnya selesai, namun dugaan sementara tetap mengarah pada kematian akibat penyakit yang diderita korban. Proses ini diharapkan dapat memberikan jawaban definitif dan mengakhiri spekulasi yang ada.
Advertisement
Sumber: AntaraNews