Tak kunjung diberangkatkan, jemaah polisikan travel umrah Rifa Jannah

Jumat, 31 Agustus 2018 22:21 Reporter : Ronald
Tak kunjung diberangkatkan, jemaah polisikan travel umrah Rifa Jannah Gedung Polda Metro. ©2016 blogspot.com

Merdeka.com - Sejumlah jemaah melaporkan agen perjalanan PT Rifa Jannah Wisata ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya, Rabu (29/8). Pasalnya, biro perjalanan umrah tersebut tak kunjung memberangkatkan para jemaah yang telah membayar lunas biaya umrah.

Laporan tersebut nomor LP:4577/VIII/2018/PMJ/Dit.Reskrimum, dalam laporan itu disebutkan sebanyak 12 orang menjadi korban.

Salah satu korban bernama Indah Puspitasari mengatakan, dirinya telah mendaftarkan untuk mengikuti perjalanan umrah pada Maret lalu dan sesuai jadwal Indah diberangkatkan pada Juni. Namun hingga saat Indah belum juga diberangkatkan.

"Saya seharusnya berangkat dengan 4 keluarga lainnya. Saya sudah bayar lunas. Janjinya mau diberangkatkan Juni. Tapi banyak sekali alasan biro. Mulai dari masalah kuota, pengurusan visa, sampai akhirnya katanya uang kami mau di-refund. Tapi tidak di-refund juga sampai sekarang," ujar Indah ketika dihubungi, Jumat (31/8) malam.

Indah mengaku mengetahui biro perjalanan umrah ini dari akun instagram @myjannahtrip. Di mana menawarkan perjalanannya umrah dengan harga cukup murah.

"Harganya murah Rp 18,5 juta. Dan gambarnya menarik. Ada anaknya Pak Arifin Ilham si Alvin itu. Di instagram itu juga saya lihat banyak testimoni bagus makanya saya percaya. Tapi kok sekarang kolom komentarnya dimatiin, saya juga bingung," ujar Indah.

Usai itu, dirinya mendatangi langsung kantor biro perjalanan yang berada di Jalan Pangeran Antasari No 25, Cilandak Barat, Jakarta Selatan. Namun setelah disambanginya, kantor itu terlihat sepi.

"Saya ke kantornya jadi kalau saya nilai kantornya juga enggak meyakinkan sih tapi itu cuman kayak ruko kecil begitu. Terus karyawannya juga terima duit udah kayak nerima apa ya mbak, yang tanda tangan yang harusnya direktur tapi ini kok karyawannya. Jadi dia terima-terima duit aja gitu. Tapi saya mikirnya ada foto anaknya Arifin Ilham, mungkin emang ya udah bener begitu," bebernya.

Berdasarkan informasi, biro itu diketahui milik pasangan suami istri bernama Gery Rama Mahfian dan Farahdiba Panigoro. Di mana kerugian mencapai Rp 300 juta. Atas laporan itu, keduanya terancam Pasal 378 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang penipuan dan atau Pasal 372 KUHP tentang penggelapan.

Pemilik agen travel PT Rifa Jannah Wisata, Farahdiba Panigoro membantah semua tuduhan Indah Puspitasari. Dia mengklarifikasi bahwa pihaknya tidak pernah menyatakan ketidaksanggupan untuk memberangkatkan jemaahnya. Menurutnya, justru beberapa jemaah yang mengajukan pembatalan keberangkatan. Padahal, semua proses sedang berjalan.

Salah satu jemaah yang membatalkan keberangkatan adalah Indah Puspitasari. Farah menuturukan, Indah membatalkan dan meminta refund pada tanggal 4 Juni 2018. Dua minggu sebelum jadwal keberangkatan Indah pada 18 Juni 2018. Perusahaan memiliki regulasi pembatalan hanya bisa dilakukan paling lambat 30 hari sebelum keberangkatan.

Namun pihak agen travel tetap memproses pengajuan pembatalan yang dilakukan Indah. "Kami menyetujui pengajuan refund yang sudah melewati batas karena tidak ingin ada masalah dan perusahaan rela menanggung kerugian dari pembatalan ini," ujar Farah melalui keterangan tertulis kepada merdeka.com.

Selanjutnya, kata dia, proses pengembalian atau refund bisa cair dalam kurun waktu 30-90 hari kerja, tidak termasuk hitungan hari libur. Kebijakan ini sudah diketahui Indah dan tercantum dalam surat perjanjian yang ditandatangani kedua belah pihak. Jika mengacu pada kebijakan itu, kata dia, maka jatuh tempo untuk refund atas nama jemaah Indah pada 28 Oktober 2018. Farah merasa heran jika pelaporan Indah karena tidak diberangkatkan pihak Rifa Jannah. Sebab, Rifa Jannah tidak pernah menyatakan ketidakmampuan untuk memberangkatkan. Dia memiliki bukti dan siap jika diminta penjelasannya.

Lebih lanjut dia menuturkan, ada berbagai hal yang justru membuat proses refund menjadi kisruh dan belum semua bisa dicairkan. Salah satunya karena tidak semua jemaah melengkapi berkas dan bukti transfer untuk pengembalian refund sesuai prosedur yang telah diinfokan sebelumnya. Pihaknya memproses lebih dulu jemaah sudah melengkapi berkas. Sedangkan yang lainnya, menunggu kelengkapan berkas.

"Kami menjamin pengembalian refund mereka semua."

Dia menuturkan, per Januari sampai Mei 2018, PT Rifa Jannah sudah memberangkatkan lebih dari 2.000 jemaah dari seluruh Indonesia. Sedangkan jemaah yang dalam proses refund jumlahnya disebut hanya puluh orang.

Baca juga:

Polda Sulsel kembali limpahkan tersangka penipuan Abu Tours ke Kejaksaan
Polda Sulsel sita aset Abu Tour berupa restoran hingga pesantren
Penipuan umrah, duit jemaah masuk ke rekening pribadi bos PT SBL
Pertanyakan perkembangan laporannya, artis Lyra datangi Polda Metro Jaya
Polisi sita cek pengembalian rumah milik bos Abu Tours senilai Rp 1,6 M
Ratusan orang diduga jadi korban penipuan umrah biro perjalanan di Bekasi [bal]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini