Tahukah Kamu? RRI Jambi Gaungkan Budaya Cinta Batik, Dorong Batik Jambi Jadi Tren Anak Muda Nasional

RRI Jambi meluncurkan program 'Kita Indonesia' untuk menggaungkan budaya cinta batik, khususnya Batik Jambi, mendorongnya menjadi tren di kalangan anak muda. Simak selengkapnya!

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tahukah Kamu? RRI Jambi Gaungkan Budaya Cinta Batik, Dorong Batik Jambi Jadi Tren Anak Muda Nasional
RRI Jambi meluncurkan program 'Kita Indonesia' untuk menggaungkan budaya cinta batik, khususnya Batik Jambi, mendorongnya menjadi tren di kalangan anak muda. Simak selengkapnya! (Merdeka.com)

Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP-RRI) Jambi secara aktif menggaungkan budaya cinta batik melalui program "Kita Indonesia". Inisiatif nasional ini digagas serentak di seluruh Indonesia, membentang dari Sabang hingga Merauke. Setiap daerah mengangkat kearifan lokalnya masing-masing, dengan tujuan utama melestarikan warisan budaya Indonesia.

Khusus di Kota Jambi, fokus utama program adalah mempromosikan Batik Jambi sebagai ciri khas nasional yang patut dibanggakan dan dilestarikan. Kepala Stasiun RRI Jambi, Dadan Sutaryana, menegaskan pentingnya menjaga dan mengembangkan Batik Jambi. Acara ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan bagi pelestarian budaya lokal maupun nasional.

Dalam pagelaran "Kita Indonesia" kali ini, RRI Jambi turut melibatkan 16 pelajar dan mahasiswa berkebutuhan khusus. Mereka tampil memukau mengenakan busana Batik Jambi di hadapan tamu undangan, menunjukkan keindahan dan fleksibilitas batik. Keterlibatan mereka merupakan bagian dari upaya RRI untuk memperkenalkan Batik Jambi kepada masyarakat luas, termasuk kalangan anak muda.

Mendorong Pelestarian Batik Jambi Melalui Kolaborasi Inklusif

RRI Jambi memiliki harapan besar agar Batik Jambi dapat semakin dikenal luas oleh masyarakat, tidak hanya di tingkat lokal tetapi juga nasional. Untuk mencapai tujuan mulia ini, dukungan dari berbagai pihak sangat diperlukan. Kreativitas serta kualitas Batik Jambi harus terus dikembangkan dan dimanfaatkan secara optimal, agar nilai-nilai budayanya tetap terjaga.

Program "Kita Indonesia" secara khusus mengangkat tema "batik dan anak muda dari tradisi ke tren", sebuah tema yang relevan untuk menjembatani generasi. Dadan Sutaryana berharap acara ini dapat menjadi wadah efektif untuk melestarikan budaya batik. Ini juga diharapkan bisa memberikan kontribusi positif bagi pengembangan daerah dan promosi Batik Jambi.

Salah satu aspek unik dari kampanye ini adalah keterlibatan anak-anak berkebutuhan khusus (difabel) yang digandeng oleh RRI Jambi. Mereka tidak hanya berpartisipasi, tetapi juga memberikan tampilan apik yang inspiratif, mengenakan pakaian Batik Jambi. Ini adalah upaya inklusif yang menunjukkan bahwa pelestarian budaya adalah tanggung jawab bersama, tanpa memandang batasan.

Promosi Batik Jambi melalui saluran media RRI dan media massa lainnya menjadi kunci utama dalam strategi ini. Tujuannya adalah memastikan bahwa keindahan dan keunikan Batik Jambi dapat menjangkau khalayak yang lebih luas. Ini termasuk kalangan anak muda yang menjadi target utama untuk menumbuhkan budaya cinta batik sejak dini.

Alih Generasi dan Tren Batik Jambi di Kalangan Muda

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jambi, Imron Rosyadi, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kegiatan yang digagas oleh LPP RRI Jambi ini. Menurutnya, inisiatif semacam ini adalah upaya nyata dan strategis dalam melestarikan Batik Jambi. Selama ini, persepsi yang berkembang adalah bahwa membuat, memakai, dan mempromosikan batik identik dengan orang tua, namun hal ini perlu diubah.

Melalui acara "Kita Indonesia", diharapkan terjadi alih generasi dalam kecintaan terhadap batik. Budaya cinta batik harus terus digaungkan kepada generasi muda, mulai dari cara pembuatan, pemakaian, hingga upaya pelestarian yang berkelanjutan. Tujuannya adalah agar warisan budaya Batik Jambi ini tidak hilang ditelan perkembangan zaman yang semakin pesat.

Imron Rosyadi juga mengamati bahwa perkembangan penggunaan batik di Provinsi Jambi menunjukkan tren yang cukup bagus. Hal ini dibuktikan dengan semakin banyaknya anak muda yang kini menggunakan batik dalam berbagai kesempatan. Fenomena ini menunjukkan adanya penerimaan yang positif dan adaptasi budaya yang baik di kalangan generasi penerus.

Saat ini, anak muda Jambi sudah mulai mengkombinasikan fesyen kekinian dengan Batik Jambi, menciptakan gaya yang modern dan relevan. Kombinasi ini tidak hanya menunjukkan kreativitas, tetapi juga menjadi jembatan penghubung antara generasi tua dan muda. Batik Jambi kini semakin relevan dan diminati, menjadikannya bagian tak terpisahkan dari gaya hidup mereka.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi