Tahukah Anda? Sumbawa Barat Kampanyekan Gerakan Satu Tahun Prasekolah untuk Wujudkan Indonesia Emas 2045

Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat gencar mengampanyekan Gerakan Satu Tahun Prasekolah sebagai fondasi SDM unggul. Simak bagaimana program ini berupaya mewujudkan Indonesia Emas 2045!

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tahukah Anda? Sumbawa Barat Kampanyekan Gerakan Satu Tahun Prasekolah untuk Wujudkan Indonesia Emas 2045
Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat gencar mengampanyekan Gerakan Satu Tahun Prasekolah sebagai fondasi SDM unggul. Simak bagaimana program ini berupaya mewujudkan Indonesia Emas 2045! (AntaraNews)

Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), secara serius mengampanyekan Gerakan Satu Tahun Prasekolah. Inisiatif ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) sejak usia dini di wilayah tersebut. Wakil Bupati Sumbawa Barat, Hanipah, menegaskan bahwa peran lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) menjadi fondasi krusial bagi pendidikan formal.

Kampanye ini dicanangkan dalam acara road show Bunda PAUD yang berlangsung di Sumbawa Barat pada Sabtu, 18 Oktober. Program berkelanjutan ini bertujuan untuk memastikan setiap anak memiliki akses pendidikan prasekolah yang berkualitas. Tujuannya adalah mempersiapkan generasi muda Sumbawa Barat menghadapi tantangan masa depan dengan bekal pendidikan yang kuat.

Melalui gerakan ini, Pemkab Sumbawa Barat berupaya memperkuat fondasi pendidikan formal sejak dini, sejalan dengan visi besar Indonesia Emas 2045. Kolaborasi aktif dari berbagai pihak, mulai dari Bunda PAUD di tingkat kecamatan hingga desa, diharapkan dapat mendorong partisipasi masyarakat. Hal ini penting agar orang tua tidak ragu mendaftarkan anak-anaknya ke taman kanak-kanak.

Memperkuat Fondasi Pendidikan Melalui PAUD

Wakil Bupati Sumbawa Barat, Hanipah, yang juga menjabat sebagai Bunda PAUD, menekankan pentingnya peran lembaga PAUD sebagai garda terdepan. Beliau mengimbau Bunda-bunda PAUD di setiap tingkatan, dari kecamatan hingga desa, untuk bersinergi. Kolaborasi ini bertujuan untuk menjadi penggerak utama pendidikan anak usia dini di tengah masyarakat.

Hanipah secara khusus menyampaikan harapan agar para orang tua tidak lagi ragu untuk memasukkan anak-anak mereka ke jenjang taman kanak-kanak. Pendidikan prasekolah dianggap sebagai langkah awal yang vital dalam pembentukan karakter dan kecerdasan anak. Oleh karena itu, dukungan penuh dari keluarga dan komunitas sangat dibutuhkan.

Selain itu, para guru PAUD juga diharapkan untuk terus berperan aktif sebagai motivator dan inspirasi bagi anak-anak. "Para guru diharapkan untuk bisa terus menjadi motivator, inspirasi dan contoh yang baik bagi anak anak," kata Hanipah. Peran guru dalam menciptakan lingkungan belajar yang positif sangat menentukan keberhasilan program ini.

Pemerintah daerah juga mengharapkan semua pihak, termasuk organisasi perangkat daerah (OPD), untuk terus berkolaborasi. Sinergi antarlembaga menjadi kunci dalam menyukseskan Gerakan Satu Tahun Prasekolah. Dengan demikian, tujuan peningkatan kualitas SDM sejak dini dapat tercapai secara optimal.

Kolaborasi Lintas Sektor untuk Indonesia Emas 2045

Gerakan Satu Tahun Prasekolah di Sumbawa Barat merupakan hasil kolaborasi erat antara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dengan berbagai organisasi. Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sumbawa Barat, Suarman, menjelaskan bahwa kegiatan ini melibatkan pengurus Ikatan Guru Taman Kanak-Kanan Indonesia (IGTKI) dan Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi). Selain itu, Bunda PAUD di tingkat kecamatan dan desa juga turut serta aktif.

Suarman menegaskan bahwa peran lembaga pendidikan anak usia dini sangat esensial dalam membangun fondasi pendidikan formal yang kokoh. "Peran lembaga pendidikan anak usia dini sangat penting dalam memperkuat fondasi pendidikan formal sejak usia dini, sehingga dapat mewujudkan Indonesia emas 2045," ujarnya. Visi besar ini menjadi motivasi utama di balik intensifikasi program prasekolah.

Wakil Bupati Hanipah juga secara langsung berinteraksi dengan anak-anak melalui sesi story telling. Beliau juga menekankan kewajiban orang tua untuk memasukkan anak berusia lima hingga enam tahun ke prasekolah sebelum memasuki pendidikan dasar. Penekanan ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah terhadap pentingnya pendidikan awal.

Hanipah berharap pengelola sekolah dapat bekerja sama dengan Bunda PAUD desa, kecamatan, atau kelurahan. Keterlibatan aktif Bunda PAUD diharapkan mampu mendorong pengelola sekolah untuk bergandengan tangan dalam mengajak kerja sama. Seluruh guru dan perangkat daerah juga diminta untuk memahami tujuh layanan PAUD agar dapat memberikan informasi akurat kepada masyarakat umum.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi