Tahukah Anda? Polres Lamsel Dukung Ketahanan Pangan Lewat Panen Raya Jagung Seluas 1.788 Hektare

Polres Lamsel Panen Raya Jagung di Lampung Selatan, melibatkan ribuan hektare lahan. Langkah strategis ini jadi bukti nyata Polri perkuat ketahanan pangan nasional.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tahukah Anda? Polres Lamsel Dukung Ketahanan Pangan Lewat Panen Raya Jagung Seluas 1.788 Hektare
Polres Lamsel Panen Raya Jagung di Lampung Selatan, melibatkan ribuan hektare lahan. Langkah strategis ini jadi bukti nyata Polri perkuat ketahanan pangan nasional. (Merdeka.com)

Kapolres Lampung Selatan (Lamsel), AKBP Toni Kasmiri, secara tegas menyatakan bahwa kegiatan panen raya jagung yang diselenggarakan serentak di seluruh Indonesia merupakan sebuah langkah strategis yang diambil oleh Kepolisian Republik Indonesia. Inisiatif ini secara khusus dirancang untuk memberikan dukungan kuat terhadap sektor ketahanan pangan nasional.

Pelaksanaan panen raya tersebut berlokasi di Dusun Bangundana, Desa Bangunrejo, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Lampung Selatan. Acara ini menjadi bukti nyata kontribusi besar Polri dalam menjaga stabilitas ketersediaan pangan serta mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat di berbagai daerah.

Dengan total luasan lahan mencapai 1.788,26 hektare dan estimasi produksi jagung sebesar 7.153,04 ton, program ini diharapkan dapat memperkuat posisi Lampung Selatan sebagai salah satu lumbung pangan utama. Ini juga mencerminkan sinergi yang kuat antara kepolisian, pemerintah daerah, dan para petani lokal.

AKBP Toni Kasmiri menekankan bahwa panen jagung yang berlangsung adalah wujud konkret dari sinergi positif antara Polri, pemerintah daerah, dan seluruh petani. Pihaknya memiliki komitmen tinggi untuk memastikan bahwa hasil panen tidak hanya memberikan manfaat ekonomi bagi petani lokal. Lebih dari itu, diharapkan mampu memperkuat peran Lampung Selatan sebagai pilar penting dalam ketahanan pangan nasional.

Untuk mencapai tujuan tersebut, kolaborasi yang erat akan terus dijalin dengan berbagai pihak terkait, termasuk Tentara Nasional Indonesia (TNI), pemerintah daerah, serta kelompok-kelompok tani. Upaya ini merupakan langkah berkelanjutan guna mendukung penuh ketahanan pangan di wilayah Lampung Selatan. Kerjasama lintas sektor ini menjadi kunci keberhasilan program.

Sekretaris Daerah Lampung Selatan, Supriyanto, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas inisiatif Polres Lampung Selatan bersama masyarakat. Ia menilai panen raya jagung ini sebagai bukti nyata peran aktif kepolisian dalam membantu program pemerintah, khususnya di sektor pertanian dan pangan. Dukungan ini sangat vital bagi keberlanjutan program ketahanan pangan nasional.

Polres Lampung Selatan senantiasa hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam kapasitasnya sebagai penegak hukum. Namun juga sebagai mitra pembangunan yang aktif. Kehadiran mereka di lapangan menunjukkan kepedulian terhadap isu-isu fundamental seperti ketersediaan pangan.

Program panen raya jagung ini diharapkan dapat memberikan dukungan signifikan bagi pemerintah dalam menjalankan agenda ketahanan pangan. Skala produksi yang besar dari panen ini berpotensi besar untuk mengurangi ketergantungan pada pasokan dari luar daerah. Serta menjaga stabilitas harga komoditas jagung di pasar lokal.

Estimasi produksi jagung yang mencapai 7.153,04 ton dari luasan 1.788,26 hektare menunjukkan skala besar dari inisiatif ini. Angka tersebut mencerminkan potensi besar Lampung Selatan dalam berkontribusi terhadap pasokan jagung nasional. Ini juga menjadi indikator keberhasilan program pertanian terpadu.

Kapolres Lamsel menegaskan bahwa keterlibatan Polri dalam kegiatan seperti ini menunjukkan bahwa peran mereka melampaui tugas utama penegakan hukum. Mereka aktif terlibat dalam upaya-upaya yang secara langsung mendukung pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Hal ini mencerminkan pendekatan kepolisian yang humanis dan proaktif.

Dengan adanya panen raya jagung ini, diharapkan tidak hanya meningkatkan pendapatan petani. Tetapi juga memberikan dampak positif pada perekonomian daerah secara keseluruhan. Kontribusi ini penting untuk menciptakan kemandirian pangan yang lebih baik di masa depan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi