Tahukah Anda? Kemendikdasmen Perkuat Penguatan Karakter Anak Melalui 7 Kebiasaan Hebat dan Catur Pusat Pendidikan

Kemendikdasmen serius perkuat penguatan karakter anak lewat sinergi catur pusat pendidikan dan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, hadapi tantangan era digital. Bagaimana strategi lengkapnya?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tahukah Anda? Kemendikdasmen Perkuat Penguatan Karakter Anak Melalui 7 Kebiasaan Hebat dan Catur Pusat Pendidikan
Kemendikdasmen serius perkuat penguatan karakter anak lewat sinergi catur pusat pendidikan dan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, hadapi tantangan era digital. Bagaimana strategi lengkapnya? (Merdeka.com)

Pusat Penguatan Karakter (Puspeka) Kemendikdasmen baru-baru ini menyelenggarakan kegiatan fasilitasi dan advokasi di Jakarta. Acara ini bertujuan meningkatkan implementasi kebijakan penguatan karakter secara komprehensif. Inisiatif penting ini dilaksanakan pada tanggal 2 Oktober, sesuai laporan Antara.

Kegiatan tersebut berfokus pada peran aktif catur pusat pendidikan, meliputi satuan pendidikan, keluarga, masyarakat, dan media. Sinergi ini diharapkan mampu memperkuat pembentukan karakter generasi muda di seluruh Indonesia. Kolaborasi ini menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak.

Kepala Puspeka Kemendikdasmen, Rusprita, menjelaskan bahwa inisiatif ini penting untuk memperkuat pelaksanaan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7KAIH). Kebiasaan baik ini memiliki dampak besar dalam membentuk karakter anak. Program ini dirancang untuk menanamkan nilai-nilai positif sejak dini.

Program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7KAIH) mencakup berbagai aspek pembentukan karakter yang fundamental. Kebiasaan ini meliputi penghargaan terhadap waktu, kedisiplinan, empati, kekuatan diri, menjaga kesehatan, dan semangat untuk terus belajar. Rusprita menegaskan bahwa meskipun terlihat sederhana, kebiasaan-kebiasaan ini memiliki dampak signifikan dalam pengembangan diri anak.

“Tujuh kebiasaan baik ini walaupun terlihat sederhana, tetapi ternyata memiliki dampak yang besar dalam pembentukan karakter. Terkait bagaimana anak menghargai waktu, karakter kedisiplinan, empati, karakter kuat, karakter menghargai dirinya sendiri dengan menjaga kesehatan, karakter untuk ingin terus belajar, dan juga lain-lain,” ujar Rusprita dalam pernyataan tertulisnya. Pernyataan ini menyoroti pentingnya kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari.

Dunia pendidikan saat ini menghadapi tantangan besar yang kompleks dan beragam. Tantangan tersebut meliputi adiksi gawai, fenomena generasi strawberry dan generasi nocturnal, hingga keterlibatan anak-anak dalam konten daring atau online. Kondisi ini menjadi perhatian serius pemerintah, khususnya Kemendikdasmen, dalam upaya penguatan karakter.

Upaya penguatan karakter ini sejalan dengan visi misi pemerintahan Presiden Prabowo yang menekankan pentingnya pendidikan bermutu untuk semua. Pemerintah berkomitmen untuk menciptakan generasi penerus bangsa yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki karakter yang kuat dan positif. Hal ini menjadi prioritas utama dalam agenda pendidikan nasional.

Salah satu tantangan lain yang dihadapi anak-anak saat ini adalah kecenderungan untuk malas bergerak atau 'mager'. Oleh karena itu, peran orang tua dan guru menjadi sangat penting dalam mengarahkan minat dan bakat anak agar selalu terlibat dalam kegiatan positif. Keterlibatan aktif ini dapat mencegah anak terjerumus pada aktivitas negatif.

Melalui program seperti Senam Anak Indonesia Hebat dan berbagai ekstrakurikuler, energi besar yang dimiliki anak dapat tersalurkan dengan baik. Kegiatan-kegiatan ini membantu membentuk karakter, meningkatkan rasa percaya diri, serta mengembangkan kemampuan bersosialisasi. Lingkungan yang mendukung sangat dibutuhkan untuk hal ini.

Rusprita menambahkan, “Tugas kita adalah bagaimana bisa mengarahkan energi-energi besar dari anak-anak ini dengan mengikuti aktivitas-aktivitas yang positif. Ini adalah tugas kita untuk bisa menyediakan berbagai pilihan ekstrakurikuler yang sesuai dengan minat dan bakat. Insya Allah itu juga akan mengembangkan soft skill, meningkatkan rasa percaya diri, meningkatkan kemampuan mereka untuk bersosialisasi.” Pernyataan ini menekankan pentingnya fasilitas dan pilihan kegiatan yang beragam.

Rusprita juga menyebut kehadiran media memegang peran penting dalam Catur Pusat Pendidikan. Media bukan hanya pelengkap, tetapi menjadi sumber pembelajaran yang membentuk cara berpikir, bersikap, dan berperilaku anak-anak di luar lingkup keluarga dan sekolah. Peran media semakin signifikan di era digital.

“Media menjadi corong informasi yang luar biasa penting, terutama untuk anak-anak kita yang sudah memang menjadi digital native. Seringkali misalnya kita sebagai orang tua atau sebagai guru melarang anak-anak kita untuk tidak melakukan sesuatu. Tetapi begitu melihat di media sosial, misalnya publik figur yang dia lihat melakukan hal sebaliknya, itu justru yang mungkin lebih dipercaya oleh adik-adik,” katanya. Hal ini menunjukkan pengaruh besar media terhadap generasi muda.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Bidang Advokasi Penguatan Karakter, Agus Muhammad, menegaskan tujuan dari kegiatan ini tidak hanya fokus pada sosialisasi kebijakan. Kegiatan tersebut juga bertujuan pada upaya mewujudkan pendidikan yang inklusif, beragam, dan berkarakter melalui pembiasaan positif di sekolah. Ini adalah langkah konkret menuju pendidikan yang lebih baik.

“Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah kita ingin mensosialisasikan berbagai kebijakan penguatan karakter, khususnya terkait dengan penguatan pendidikan karakter melalui pembiasaan di satuan pendidikan, kemudian budaya belajar aman, nyaman dan gembira, dan terkait dengan bagaimana mewujudkan inklusivitas dan kebenekaan,” kata Agus. Pernyataan ini menggarisbawahi cakupan luas dari program tersebut.

Kegiatan ini diikuti oleh peserta dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah yang berasal dari berbagai unsur komunitas sekolah. Peserta meliputi perwakilan dari SMP, SMA, SMK, hingga SLB, termasuk kepala sekolah melalui Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS). Kehadiran beragam pihak ini menunjukkan komitmen bersama.

Selain itu, hadir pula perwakilan mitra organisasi, komunitas keagamaan, orang tua, komunitas pendidikan, serta media massa. Kehadiran berbagai pihak tersebut menjadi bagian dari strategi mewujudkan penguatan karakter melalui catur pusat pendidikan. Diharapkan, kegiatan ini menghasilkan rencana tindak lanjut yang memetakan peran masing-masing pihak serta intervensi kolaboratif untuk evaluasi ke depan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi