Dua desa di Kabupaten Sampang, Jawa Timur, saat ini menjadi fokus perhatian setelah menerima Program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW) dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas infrastruktur dasar serta mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah perdesaan. Pelaksanaan proyek di kedua desa tersebut kini sedang berjalan, menandai langkah konkret dalam upaya pembangunan daerah.
Desa Kodak dan Desa Patapan, keduanya berlokasi di Kecamatan Torjun, adalah penerima manfaat dari inisiatif strategis ini. Masing-masing desa mendapatkan alokasi dana sebesar Rp500 juta, sehingga total investasi mencapai Rp1 miliar untuk kedua wilayah. Dana ini disalurkan langsung oleh pemerintah pusat melalui Direktorat Pengembangan Kawasan Permukiman, menunjukkan komitmen terhadap pemerataan pembangunan.
Menurut Abdul Rokib, Kepala Bidang Perumahan Rakyat dan Permukiman pada Dinas Lingkungan Hidup, Perumahan Rakyat dan Permukiman (DLH Perkim) Kabupaten Sampang, Program PISEW merupakan kegiatan pembangunan berbasis masyarakat. Inisiatif ini dirancang untuk mendukung pengembangan aktivitas sosial dan ekonomi lokal antar-kawasan di permukiman perdesaan, sekaligus menjawab kebutuhan infrastruktur yang mendesak di daerah tersebut.
Advertisement
Advertisement
Program PISEW Kementerian PUPR di Sampang secara spesifik menyasar Desa Kodak dan Desa Patapan di Kecamatan Torjun. Kedua desa ini dipilih berdasarkan pertimbangan kebutuhan akan suntikan dana yang lebih besar dibandingkan desa-desa lain yang ada di Kabupaten Sampang. Setiap desa menerima kucuran dana sebesar Rp500 juta, yang dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur dasar yang mendukung kegiatan sosial dan ekonomi masyarakat.
Proses pengerjaan proyek di kedua desa penerima Program PISEW ini sedang berlangsung, menunjukkan progres implementasi yang cepat. Dinas Lingkungan Hidup, Perumahan Rakyat dan Permukiman (DLH Perkim) Kabupaten Sampang berperan aktif dalam mengawasi dan memastikan kelancaran pelaksanaan program di lapangan. Keterlibatan pemerintah daerah ini penting untuk memastikan bahwa dana yang disalurkan digunakan secara efektif dan tepat sasaran.
Sebagai bagian dari Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR, Program PISEW mengusung konsep pembangunan infrastruktur yang partisipatif. Ini berarti masyarakat desa dilibatkan secara langsung dalam perencanaan dan pelaksanaan proyek, memastikan bahwa infrastruktur yang dibangun benar-benar sesuai dengan kebutuhan lokal. Pendekatan ini diharapkan dapat meningkatkan rasa kepemilikan dan keberlanjutan proyek setelah selesai.
Advertisement
Advertisement
Tujuan utama Program PISEW Kementerian PUPR adalah untuk membangun dan meningkatkan infrastruktur dasar di kawasan perdesaan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Melalui peningkatan aksesibilitas dan fasilitas, program ini diharapkan dapat membuka peluang baru bagi masyarakat desa. Peningkatan infrastruktur dasar, seperti jalan atau saluran irigasi, secara langsung akan mendukung aktivitas pertanian, perdagangan, dan sektor ekonomi lainnya.
Selain itu, Program PISEW juga berfokus pada peningkatan kualitas permukiman perdesaan dan pemberdayaan masyarakat. Inisiatif ini dirancang untuk memperkuat potensi lokal, mengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah, dan mendorong masyarakat untuk meningkatkan kualitas hidup mereka secara mandiri. Dengan demikian, program ini tidak hanya membangun fisik, tetapi juga kapasitas sosial dan ekonomi masyarakat.
Secara lebih luas, Kementerian PUPR berharap Program PISEW dapat meningkatkan sektor perekonomian dan pariwisata di wilayah pedesaan. Infrastruktur yang memadai dapat menarik investasi, memfasilitasi distribusi produk lokal, dan membuka potensi wisata yang selama ini tersembunyi. Hal ini pada akhirnya akan berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat dan mengurangi disparitas pembangunan antara perkotaan dan perdesaan.
Advertisement
- Membangun dan meningkatkan kualitas infrastruktur dasar di kawasan perdesaan.
- Mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan kewirausahaan masyarakat.
- Meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan penduduk desa.
- Mengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah di Indonesia.
- Memberdayakan masyarakat melalui pendekatan partisipatif dalam pembangunan.
Sumber: AntaraNews