Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Papua Pegunungan (DPR Papeg) secara aktif mendorong kelanjutan program beasiswa luar negeri. Inisiatif ini ditujukan khusus bagi 80 mahasiswa Orang Asli Papua (OAP) yang sedang menempuh pendidikan di berbagai negara. Dorongan ini disampaikan langsung oleh Ketua Komisi V DPR Papeg, Ironi Kogoya, di Wamena pada Minggu (21/9) lalu.
Program beasiswa ini dianggap krusial untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) OAP di wilayah Pegunungan. Ironi Kogoya menegaskan bahwa pemerintah daerah memiliki peran penting dalam mendukung pembiayaan pendidikan mereka. Dukungan finansial ini diharapkan dapat memastikan para mahasiswa menyelesaikan studi dengan baik.
Selain pembiayaan, Komisi V juga menyoroti pentingnya pendataan ulang mahasiswa penerima beasiswa. Hal ini bertujuan agar bantuan disalurkan tepat sasaran kepada mereka yang masih aktif berkuliah. Mereka juga meminta pemerintah menyiapkan lapangan kerja bagi para lulusan agar dapat kembali mengabdi di daerah asalnya.
Advertisement
Advertisement
Pentingnya Peningkatan SDM OAP Melalui Beasiswa Luar Negeri
Ketua Komisi V DPR Papeg, Ironi Kogoya, menyatakan kebanggaannya terhadap sekitar 80 mahasiswa OAP yang kini menempuh pendidikan di luar negeri. Mahasiswa ini tersebar di jenjang strata satu dan strata dua, menunjukkan potensi besar SDM Papua Pegunungan. Dukungan pembiayaan dari pemerintah daerah menjadi kunci keberlanjutan pendidikan mereka.
Program beasiswa luar negeri ini diyakini mampu meningkatkan kualitas SDM OAP secara signifikan. Mahasiswa dari Papua Pegunungan saat ini belajar di berbagai negara maju seperti Amerika, Kanada, New Zealand, Australia, dan Rusia. Pengalaman dan ilmu yang mereka peroleh diharapkan dapat membawa dampak positif bagi pembangunan daerah.
Kogoya berharap program beasiswa, baik untuk studi di luar maupun dalam negeri, terus dilanjutkan. Keberlanjutan program ini akan memastikan para mahasiswa dapat menuntaskan pendidikannya. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah untuk menciptakan generasi muda yang berkualitas dan berdaya saing.
Advertisement
Advertisement
Akuntabilitas dan Pendataan Ulang Penerima Beasiswa
Komisi V DPR Papeg berencana melakukan pendataan ulang terhadap seluruh mahasiswa OAP yang merupakan asli Papua Pegunungan. Pendataan ini mencakup mereka yang masih aktif kuliah maupun yang telah menyelesaikan studinya. Langkah ini penting untuk memastikan akurasi data penerima beasiswa.
"Kami perlu data akurat supaya beasiswa yang diberikan itu hanya kepada mahasiswa yang masih aktif," ujar Ironi Kogoya. Ia menambahkan bahwa mahasiswa yang sudah tidak aktif atau telah selesai tidak lagi perlu diberikan beasiswa. Fokus utama adalah mengalihkan bantuan kepada mahasiswa lain yang masih menjalani proses perkuliahan.
Pendataan ulang ini bertujuan untuk mengoptimalkan alokasi anggaran beasiswa. Dengan data yang valid, pemerintah daerah dapat memastikan bahwa setiap dana yang dikeluarkan benar-benar mendukung pendidikan mahasiswa yang membutuhkan. Transparansi dalam pengelolaan beasiswa menjadi prioritas utama Komisi V.
Advertisement
Advertisement
Menyiapkan Lapangan Kerja untuk Lulusan Berprestasi
Selain mendorong pembiayaan beasiswa, Komisi V juga meminta pemerintah daerah untuk menyiapkan lapangan pekerjaan. Permintaan ini ditujukan bagi mahasiswa OAP yang telah menyelesaikan pendidikan di luar negeri. Tujuannya agar mereka dapat kembali dan mengabdi di daerah asal mereka, Papua Pegunungan.
Ironi Kogoya menekankan pentingnya pemanfaatan SDM berkualitas ini. "Pemerintah daerah sudah membiayai mereka, maka adik-adik mahasiswa harus dapat kembali mengabdi di daerah ini," katanya. Ia menyayangkan jika potensi SDM yang baik tidak dimanfaatkan secara optimal di daerah sendiri.
Pemerintah daerah diharapkan dapat menciptakan posisi atau lingkungan kerja yang sesuai dengan keahlian dan ilmu yang diperoleh para lulusan. Ini akan menjadi investasi jangka panjang bagi pembangunan Papua Pegunungan. Penyiapan lapangan kerja adalah langkah konkret untuk memastikan beasiswa luar negeri OAP memberikan dampak maksimal.
Advertisement
Sumber: AntaraNews