Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan (Dishut Kalsel) baru-baru ini menerima penyerahan lahan seluas 558 hektare. Lahan ini merupakan hasil keberhasilan rehabilitasi daerah aliran sungai (DAS) yang telah dikelola oleh PT Adaro Indonesia. Lokasi program penting ini berada di Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan.
Penyerahan lahan tersebut mencakup area di Desa Tanjung dan Sungai Jelai, serta lokasi program Forest Investment Program (FIP) Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Tanah Laut. Inisiatif ini menandai kolaborasi strategis antara pemerintah daerah dan sektor swasta dalam upaya pelestarian lingkungan. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kualitas DAS dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.
Kepala Dishut Kalsel, Fathimatuzzahra, menyatakan bahwa tim telah melakukan pengecekan langsung di lapangan. Pengecekan ini memastikan bahwa tanaman tumbuh dengan baik dan memenuhi syarat untuk diserahkan kepada pemerintah daerah. Ini merupakan langkah krusial dalam memastikan keberlanjutan program penghijauan yang telah berjalan.
Advertisement
Advertisement
Proses penyerahan lahan rehab DAS seluas 558 hektare dari PT Adaro Indonesia kepada Dishut Kalsel telah melalui tahap verifikasi lapangan. Tim Dishut Kalsel melakukan pengecekan menyeluruh di Desa Tanjung, salah satu lokasi utama program. Hasil pengecekan menunjukkan kondisi tanaman yang sangat memuaskan, memenuhi standar yang ditetapkan untuk serah terima.
Fathimatuzzahra menjelaskan, "Dari hasil pengecekan di Desa Tanjung, tanaman tumbuh dengan baik dan memenuhi syarat untuk dilakukan penyerahan." Beliau menambahkan bahwa jenis tanaman yang dikembangkan didominasi oleh tanaman keras. Tanaman ini memiliki nilai ekonomi tinggi dan berpotensi besar mendukung upaya penghijauan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar.
Selain Desa Tanjung, lahan di Desa Sungai Jelai juga menunjukkan kondisi serupa. Kawasan ini didominasi oleh pohon karet yang subur, serta tanaman kemiri dan petai. Lokasi Sungai Jelai merupakan lahan perhutanan sosial yang dikelola aktif oleh Kelompok Tani Harapan Binjai Sejahtera. Keberhasilan rehab DAS ini menunjukkan komitmen berbagai pihak dalam menjaga lingkungan.
Advertisement
Advertisement
Program rehabilitasi DAS ini tidak hanya berfokus pada aspek lingkungan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi signifikan bagi masyarakat. Tanaman yang ditanam, seperti karet, petai, dan kemiri, memiliki nilai jual tinggi. Ini berpotensi menjadi sumber penghasilan berkelanjutan bagi kelompok tani yang mengelolanya.
Fathimatuzzahra menginstruksikan KPH Tanah Laut untuk terus berkoordinasi dengan pemegang izin Perhutanan Sosial. Beliau menekankan pentingnya peran kelompok tani dalam memelihara tanaman secara mandiri. "Pohon karet yang telah mencapai tinggi lebih dari empat meter, sementara petai diperkirakan mulai berbuah dalam satu tahun ke depan," ujarnya, menunjukkan potensi ekonomi yang nyata.
Selain itu, di kawasan tersebut terdapat 10 hektare tanaman buah yang ditanam KPH Tanah Laut melalui program Forest Investment Program (FIP) pada tahun 2020. Tanaman ini kini sudah menghasilkan dan dikelola langsung oleh masyarakat. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa program rehab DAS dapat berjalan seiring dengan peningkatan taraf hidup masyarakat.
Advertisement
Advertisement
Keberhasilan program rehab DAS ini merupakan hasil sinergi kuat antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat. Dishut Kalsel mengapresiasi kerja keras kelompok tani dalam menjaga lahan serta peran penyuluh KPH. Para penyuluh ini bahkan baru saja meraih prestasi sebagai lima terbaik di Indonesia, menunjukkan kualitas pendampingan yang diberikan.
Fathimatuzzahra berharap para penyuluh terus memotivasi masyarakat agar aktif berkomunikasi dan menjaga lahan dari hama pengganggu. KPH Tanah Laut juga diminta memastikan keberlanjutan pemeliharaan dan membersihkan area bawah pohon. Ini penting untuk mendukung pertumbuhan optimal dan hasil buah yang maksimal dari tanaman rehab DAS.
Pendampingan intensif dari KPH dan penyuluh sangat diperlukan untuk menjaga keberhasilan program ini. Fathimatuzzahra menegaskan, "Keberhasilan rehabilitasi hutan dan lahan banyak disumbangkan oleh program rehabilitasi DAS yang dilaksanakan oleh PPKH, dan hasil di lapangan menunjukkan kerja sama yang baik antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat." Ini menunjukkan pentingnya kolaborasi berkelanjutan untuk menjaga lingkungan dan kesejahteraan.
Advertisement
Sumber: AntaraNews