Tahukah Anda APEC Didirikan Tahun 1989? Prabowo Serukan Lawan Ekonomi Serakah APEC di KTT Gyeongju

Presiden Prabowo Subianto mendesak negara-negara anggota APEC untuk bersatu melawan praktik Ekonomi Serakah APEC yang merugikan pembangunan, seraya menyerukan kerja sama multilateral untuk memberantas kejahatan lintas batas.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tahukah Anda APEC Didirikan Tahun 1989? Prabowo Serukan Lawan Ekonomi Serakah APEC di KTT Gyeongju
Presiden Prabowo Subianto di KTT APEC 2025 Gyeongju mengingatkan bahaya "Serakahnomics" seperti korupsi dan penyelundupan yang menghambat pertumbuhan ekonomi sejati. Apa itu dan bagaimana mengatasinya? (AntaraNews)

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan bahwa praktik "ekonomi serakah" dapat secara serius menghambat pembangunan dan kemajuan ekonomi global. Oleh karena itu, beliau mendorong seluruh ekonomi anggota APEC untuk bahu-membahu memerangi fenomena tersebut. Seruan ini disampaikan Prabowo dalam pertemuan penting di KTT APEC yang berlangsung di Gyeongju, Korea Selatan.

Prabowo Subianto menyoroti bahwa dunia saat ini menghadapi ancaman nyata dari ekonomi serakah, yang termanifestasi dalam berbagai bentuk kejahatan seperti korupsi dan penipuan. Selain itu, kejahatan lintas batas seperti penyelundupan narkoba dan perdagangan manusia juga menjadi bagian dari ancaman ini. Ancaman-ancaman tersebut secara kolektif merusak fondasi ekonomi yang sehat dan berkelanjutan.

Dalam pidatonya di hadapan APEC Economic Leaders' Meeting (AELM) di Gyeongju pada Jumat (31/10) waktu setempat, Presiden Prabowo menyatakan, "Indonesia sedang berjuang melawan korupsi, penipuan, dan ekonomi serakah yang menghambat pembangunan sejati." Pernyataan ini menunjukkan komitmen kuat Indonesia dalam upaya global melawan praktik-praktik merugikan tersebut.

Melawan Ekonomi Serakah APEC dan Kejahatan Lintas Batas

Menurut pernyataan resmi yang dirilis pada Sabtu (1/11), Presiden Prabowo menyerukan semua negara untuk bersatu dalam komitmen memerangi ekonomi serakah. Beliau menekankan pentingnya kolaborasi antarnegara anggota APEC untuk menciptakan lingkungan ekonomi yang lebih adil dan transparan. Praktik-praktik merugikan ini seringkali bersifat transnasional, sehingga membutuhkan respons kolektif.

"Kami membutuhkan kerja sama dalam komunitas APEC karena penyelundupan transnasional tidak pernah menguntungkan ekonomi kita," ujar Prabowo. Pernyataan ini menggarisbawahi bahwa kejahatan lintas batas, seperti penyelundupan, tidak hanya merugikan satu negara tetapi juga seluruh ekosistem ekonomi regional. Kejahatan ini mengikis kepercayaan dan stabilitas yang diperlukan untuk pertumbuhan.

Dalam pertemuan yang sama, Prabowo juga mengusulkan skema kerja sama multilateral yang lebih terstruktur untuk memerangi kejahatan lintas batas. Kejahatan-kejahatan ini tidak hanya mengancam kedaulatan negara, tetapi juga fondasi ekonomi global secara keseluruhan. Skema ini diharapkan dapat memperkuat koordinasi dan efektivitas penegakan hukum.

"Kita harus bekerja sama secara multilateral, karena kita tidak bisa menghadapi masalah ini sendirian," tegasnya. Sebagai contoh, beliau menyoroti penyelundupan narkoba sebagai salah satu kejahatan transnasional yang memerlukan kerja sama erat antarnegara. Tanpa sinergi, upaya penumpasan akan menjadi sangat sulit dan kurang efektif.

Signifikansi APEC dan Komitmen Multilateralisme

Presiden Prabowo mengingatkan bahwa APEC didirikan pada tahun 1989 dengan tujuan utama memfasilitasi perdagangan bebas dan investasi melalui kerja sama multilateral. Organisasi ini dibangun di atas dasar solidaritas di seluruh wilayah. Kepercayaan dan semangat ini harus terus dipelihara oleh semua anggota APEC untuk mencapai tujuan bersama.

"Kita tidak boleh membiarkan perbedaan kita merusak stabilitas yang telah lama menopang pertumbuhan kita," kata Prabowo. Pesan ini menekankan pentingnya menjaga persatuan dan fokus pada tujuan ekonomi bersama, meskipun ada perbedaan pandangan di antara negara anggota. Stabilitas regional adalah kunci untuk pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

KTT APEC tahun ini diselenggarakan di Kota Gyeongju, Korea Selatan, dari tanggal 31 Oktober hingga 1 November 2025. Presiden Prabowo termasuk di antara para pemimpin ekonomi APEC yang hadir dalam pertemuan penting ini. Kehadiran beliau menegaskan peran aktif Indonesia dalam forum ekonomi regional.

Partisipasi Presiden dalam KTT ini memiliki signifikansi strategis yang besar, mengingat blok APEC merepresentasikan sekitar 60 persen dari produk domestik bruto (PDB) dunia dan lebih dari sepertiga populasi global. Ini menunjukkan bahwa keputusan dan arah kebijakan yang diambil dalam forum ini memiliki dampak luas terhadap ekonomi dunia. Di sela-sela KTT APEC, Presiden Prabowo juga melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Selandia Baru Christopher Luxon dan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung pada hari Sabtu.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi