Tahukah Anda, Anak Obesitas 2,3 Kali Lebih Berisiko DBD Parah? Ini Strategi Kolaborasi Lawan DBD di Indonesia

Pemerintah Indonesia memperkuat strategi Kolaborasi Lawan DBD lintas sektor menyusul lonjakan kasus dan 1.461 kematian pada 2024, melibatkan vaksinasi dan PSN untuk menekan angka kasus.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tahukah Anda, Anak Obesitas 2,3 Kali Lebih Berisiko DBD Parah? Ini Strategi Kolaborasi Lawan DBD di Indonesia
Pemerintah Indonesia memperkuat strategi Kolaborasi Lawan DBD lintas sektor menyusul lonjakan kasus dan 1.461 kematian pada 2024, melibatkan vaksinasi dan PSN untuk menekan angka kasus. (AntaraNews)

Pemerintah Indonesia secara serius memperkuat strategi penanggulangan Demam Berdarah Dengue (DBD) melalui kolaborasi lintas sektor yang komprehensif. Langkah ini diambil menyusul peningkatan signifikan kasus dan kematian akibat penyakit DBD yang tercatat sepanjang tahun 2024.

Kementerian Kesehatan melaporkan angka yang mengkhawatirkan, yaitu 1.461 kematian akibat DBD pada tahun tersebut, menandakan urgensi penanganan yang lebih efektif. Kolaborasi ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari organisasi profesi kesehatan hingga dunia usaha dan masyarakat.

Penguatan strategi ini secara resmi dibahas dalam acara "Urgensi Penanggulangan Dengue dan Strategi Memperkuat Kepemimpinan Penanggulangannya di Indonesia" pada Minggu (02/11) di Hotel Westin, Jakarta Selatan. Inisiatif ini bertujuan untuk menekan angka kasus dan kematian DBD secara drastis di seluruh wilayah Indonesia.

Urgensi Kolaborasi Lintas Sektor dalam Penanggulangan DBD

Penanggulangan Demam Berdarah Dengue (DBD) tidak dapat dilakukan secara parsial oleh satu sektor saja, melainkan membutuhkan sinergi dari berbagai elemen masyarakat. Pemerintah Indonesia menyadari betul pentingnya pendekatan holistik ini dalam menghadapi ancaman DBD yang terus meningkat.

Dr. Asik Surya, Ketua Harian Koalisi Bersama (KOBAR) Lawan Dengue, menegaskan bahwa pemerintah berupaya memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak. "Penanggulangan DBD tidak bisa dilakukan oleh satu sektor saja. Pemerintah berupaya memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk organisasi profesi kesehatan, dunia usaha, dan masyarakat," ujarnya.

Kolaborasi ini mencakup mitra industri seperti PT Takeda Innovative Medicine serta berbagai organisasi profesi kesehatan. Tujuannya adalah untuk memperkuat pencegahan, edukasi masyarakat, serta inovasi dalam program vaksinasi DBD.

Fakta menarik menunjukkan bahwa DBD tidak hanya menyerang anak-anak, meskipun kelompok usia ini menyumbang hampir separuh kasus. Orang dewasa juga berisiko tinggi, terutama mereka dengan penyakit penyerta seperti hipertensi dan diabetes, serta anak-anak dengan obesitas. Penelitian bahkan menunjukkan bahwa anak dengan obesitas memiliki risiko 2,3 kali lebih besar menderita DBD parah.

Strategi Pencegahan Komprehensif: Vaksinasi dan PSN 3M Plus

Sebagai bagian integral dari strategi pencegahan nasional, program vaksinasi kini melengkapi upaya Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus. Program PSN 3M Plus mencakup kegiatan menguras, menutup, dan mendaur ulang tempat penampungan air, ditambah langkah-langkah seperti menabur larvasida dan menjaga kebersihan lingkungan.

Vaksinasi DBD dirancang untuk merangsang tubuh membentuk antibodi yang kuat terhadap virus dengue. Prof. Dr. dr. Samsuridjal Djauzi, Sp.PD, KAI, Penasihat Satgas Imunisasi Perhimpunan Dokter Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), menjelaskan, "Vaksin ini akan merangsang tubuh untuk membentuk antibodi, dan di dalamnya terdapat empat tipe virus dengue, yaitu tipe 1, 2, 3, dan 4. Dengan demikian, antibodi yang terbentuk cukup lengkap."

Vaksin tersebut direkomendasikan untuk individu sehat berusia 4 hingga 60 tahun. Rekomendasi ini juga berlaku bagi anggota keluarga yang tinggal serumah dengan penderita DBD, menunjukkan pentingnya perlindungan kolektif.

Selain itu, KOBAR Lawan Dengue juga mendorong implementasi Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik (G1R1J) secara serentak di seluruh wilayah. Gerakan ini merupakan langkah konkret untuk memutus rantai penularan DBD dari tingkat rumah tangga.

Menuju Target "Zero Dengue Death" 2030

Kolaborasi yang kuat dan kepemimpinan yang solid dari tingkat pusat hingga masyarakat menjadi kunci utama dalam mencapai target nasional dan global. Tujuan besar yang ingin dicapai adalah "Zero Dengue Death" pada tahun 2030, sesuai dengan Strategi Nasional Penanggulangan Dengue.

Pemerintah berharap bahwa dengan sinergi antara berbagai pihak, termasuk dukungan dari organisasi profesi kesehatan dan dunia usaha, upaya penanggulangan DBD akan semakin efektif. Edukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan partisipasi aktif dalam program pencegahan juga menjadi prioritas.

Melalui pendekatan komprehensif yang melibatkan pencegahan, deteksi dini, penanganan kasus, serta inovasi seperti vaksinasi, Indonesia optimis dapat menekan angka kematian akibat DBD. Partisipasi aktif setiap individu dalam menjaga kebersihan lingkungan dan mendukung program kesehatan adalah fondasi keberhasilan ini.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi