Sultan Pontianak Syarif Melvin Alqadrie secara resmi mensosialisasikan penggunaan perahu berbahan bakar gas (BBG) kepada para penambang sampan dan nelayan di Kota Pontianak. Kegiatan ini berlangsung dalam rangkaian Pawai Sungai Kapuas, bagian dari perayaan HUT Ke-254 Kota Pontianak, Kalimantan Barat, pada hari Minggu.
Inisiatif ini merupakan langkah strategis untuk mendorong efisiensi energi serta mengurangi emisi karbon di perairan Sungai Kapuas. Diharapkan, penggunaan perahu BBG dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat setempat.
Sosialisasi ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat, khususnya komunitas penambang dan nelayan, agar beralih dari bahan bakar minyak ke gas. Perbandingan biaya operasional yang jauh lebih hemat menjadi daya tarik utama dari inovasi ini.
Advertisement
Advertisement
Sultan Pontianak Syarif Melvin Alqadrie menekankan pentingnya efisiensi biaya operasional bagi nelayan dan penambang sampan. Menurutnya, peralihan ke perahu BBG dapat secara langsung meningkatkan pendapatan masyarakat.
“Kami akan melakukan sosialisasi dan edukasi kepada para penambang sampan dan nelayan untuk beralih dari bahan bakar minyak ke gas. Perbandingan biayanya jauh lebih hemat, dan ini bisa berdampak langsung pada peningkatan pendapatan masyarakat,” kata Syarif Melvin.
Ia juga berharap teknologi konverter kit BBG, yang merupakan karya putra Pontianak dan telah dipatenkan, dapat disosialisasikan lebih luas. Tidak hanya untuk nelayan, tetapi juga untuk kapal wisata dan kapal penumpang di Pontianak dan sekitarnya.
Advertisement
Syarif Melvin, yang juga anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, berencana mengundang komunitas penambang dari berbagai wilayah. Tujuannya adalah untuk berkoordinasi dan belajar langsung mengenai penggunaan gas ini, menjadikan Pontianak pelopor transportasi sungai ramah lingkungan.
Advertisement
Amin, inovator sekaligus pencetus konverter kit BBG, menjelaskan bahwa teknologi ini dirancang agar mesin perahu dapat beroperasi menggunakan gas elpiji. Ia mengklaim perahu gas ini adalah yang pertama di Indonesia.
“Selama ini kami fokus pada nelayan dan petani, tapi kini kami kembangkan untuk sektor wisata. Perahu gas ini pertama di Indonesia, dan hari ini secara resmi diluncurkan oleh Sultan Pontianak,” jelas Amin.
Penerapan konverter kit tidak hanya menawarkan efisiensi bahan bakar, tetapi juga membuka peluang baru untuk pengembangan wisata sungai yang lebih ramah lingkungan. Dengan bahan bakar gas, isu lingkungan dapat terjawab, dan olahraga air berwawasan lingkungan dapat dikembangkan.
Advertisement
Amin berharap kolaborasi antara pemerintah daerah, komunitas, dan pelaku inovasi dapat menjaga keberlanjutan inisiatif ini. Ia membayangkan Pontianak menjadi pelopor balap perahu BBG, yang akan menjadi kebanggaan daerah dan contoh nasional, seperti yang terlihat pada atraksi balapan perahu mesin kato yang menggunakan BBG.
Advertisement
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyambut baik peluncuran perahu BBG ini. Inisiatif tersebut sejalan dengan visi pemerintah kota dalam mengembangkan kawasan sungai sebagai pusat peradaban dan ekonomi kreatif masyarakat.
“Pontianak ini lahir dari sungai, dulu suasananya sangat hidup, masyarakat beraktivitas di sepanjang tepian air. Melalui inovasi seperti ini, kita ingin menghidupkan kembali semangat ekonomi sungai dengan cara yang lebih modern dan ramah lingkungan,” ujar Edi Rusdi Kamtono.
Pemerintah Kota Pontianak terus berupaya mempercantik kawasan tepian sungai melalui program Waterfront City. Penataan kawasan wisata di bagian timur dan utara kota setempat juga menjadi fokus utama.
Advertisement
Wali Kota Edi Rusdi Kamtono menegaskan bahwa Sungai Kapuas memiliki potensi luar biasa yang harus menjadi sumber kekuatan ekonomi, budaya, dan identitas Kota Pontianak. Ia berharap peluncuran perahu gas dan karnaval sungai ini menjadi agenda tahunan berskala regional hingga nasional.
Sumber: AntaraNews