Empat siswa dari berbagai Sekolah Rakyat di Indonesia akan menyampaikan pidato bertema perdamaian dunia dalam empat bahasa asing. Acara ini merupakan bagian dari peresmian 166 Sekolah Rakyat rintisan yang dipusatkan di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pada Senin (12/1). Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan memimpin langsung peresmian program pendidikan prioritas ini.
Para siswa terpilih, yaitu Kiendra, Nur Aisah, Risky Aulia, dan Royya Alma, telah menjalani pendampingan intensif. Pendampingan ini dilakukan bersama Menteri Sosial Saifullah Yusuf dan pelatih dari Kementerian Sosial. Mereka berlatih di Gedung Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Banjarbaru.
Kemampuan para siswa dalam berpidato multibahasa ini menunjukkan hasil pola pembelajaran khusus yang disiapkan. Hal ini sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mencetak generasi muda berwawasan global. Pidato mereka akan sarat dengan pesan nasionalisme, kemanusiaan, perdamaian dunia, dan solidaritas global.
Advertisement
Advertisement
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menjelaskan bahwa kecakapan siswa Sekolah Rakyat dalam berpidato multibahasa adalah buah dari persiapan matang. Para siswa ini merupakan “digital native” yang terbiasa dengan teknologi. Pembelajaran di Sekolah Rakyat memanfaatkan berbagai perangkat modern.
Teknologi seperti laptop, papan tulis digital, dan sistem manajemen pembelajaran (LMS) menjadi bagian integral dari proses edukasi. Fasilitas ini mendukung siswa untuk mengembangkan potensi maksimal mereka. Peran guru juga sangat vital dalam mengasah kemampuan para siswa.
Keempat siswa telah berlatih penuh beberapa hari terakhir, mulai dari merangkai narasi bersama guru bahasa mereka. Mereka juga memantapkan artikulasi agar pesan pidato dapat tersampaikan secara maksimal. Gedung BBPPKS Kementerian Sosial di Banjarbaru berfungsi ganda sebagai Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 9.
Advertisement
Advertisement
Isi pidato yang akan disampaikan para siswa Sekolah Rakyat sangat kaya akan nilai-nilai luhur. Pesan-pesan tersebut mencakup nasionalisme, kemanusiaan, perdamaian dunia, dan solidaritas global. Ini sejalan dengan visi program untuk membentuk karakter siswa yang peduli terhadap isu-isu universal.
Pembelajaran digital di Sekolah Rakyat tidak hanya meningkatkan kompetensi akademik siswa. Lebih dari itu, pembelajaran ini juga membangun empati dan kesadaran global mereka. Kesadaran ini termasuk kepedulian terhadap anak-anak di negara-negara yang terdampak konflik dan keterbatasan akses pendidikan.
Salah satu siswa, Risky Aulia dari SRMP 7 Probolinggo, yang akan berpidato bahasa Jepang, berbagi kisahnya. Ia mengaku tertarik bahasa Jepang sejak SD karena kegemarannya pada anime. Meskipun berdomisili di desa terpencil, ia belajar bahasa Jepang secara mandiri melalui aplikasi daring.
Advertisement
Aulia merasa bangga dan terharu bisa tampil di hadapan Presiden Prabowo Subianto. Ia juga berterima kasih atas dukungan guru dan sekolah yang memberinya ruang untuk mengembangkan minat dan bakatnya. Pidato perdamaian ini akan diiringi paduan suara ratusan siswa Sekolah Rakyat lainnya menyanyikan lagu “Heal The World”.
Advertisement
Sekolah Rakyat merupakan program prioritas yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto. Program ini bertujuan memberikan akses pendidikan gratis dan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin. Sasaran utamanya adalah keluarga dengan tingkat kesejahteraan terendah (Desil 1–4) dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Program Sekolah Rakyat dirancang sebagai model pengentasan kemiskinan terpadu. Ini memadukan berbagai program unggulan pemerintah lainnya. Beberapa di antaranya adalah Cek Kesehatan Gratis (CKG), Makan Bergizi Gratis (MBG), jaminan kesehatan PBI-JK, Koperasi Desa Merah Putih, serta Program 3 Juta Rumah bagi keluarga siswa penerima manfaat.
Berdasarkan data dari Kementerian Sosial, sebanyak 166 titik Sekolah Rakyat rintisan telah dibangun pada tahun 2025. Fasilitas ini mampu menampung 16 ribu siswa. Program ini didukung oleh 2.400 guru dan lebih dari 4.000 tenaga kependidikan di jenjang SD, SMP, dan SMA atau sederajat.
Advertisement
Kementerian Sosial memastikan seluruh Sekolah Rakyat dilengkapi dengan fasilitas teknologi pembelajaran modern. Fasilitas tersebut meliputi papan interaktif digital (IFP), laptop dengan akses jaringan internet, serta seragam khusus. Seragam ini disediakan bagi siswa, guru, dan wali asrama untuk menunjang proses belajar mengajar.
Sumber: AntaraNews