Sindikat Narkoba Pakai Telepon Satelit di Tengah Laut Dibekuk Polisi

Jumat, 21 Juni 2019 18:30 Reporter : Ronald
Sindikat Narkoba Pakai Telepon Satelit di Tengah Laut Dibekuk Polisi polisi tangkap tiga kurir sabu. ©2019 Merdeka.com/Ronald

Merdeka.com - Anggota Subdit II Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya menangkap kurir sabu dan ekstasi jaringan internasional berinisial EB, IT dan R. Ketiga pelaku ditangkap usai menerima sabu dan ekstasi dari perairan Malaysia menuju Pontianak di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, Minggu (16/6).

"Ada empat orang dalam mobil. Tapi, sopir mengaku tidak mengetahui barang yang dibawa oleh tersangka karena mobil itu adalah mobil rentak. Jadi, sopir hanya berstatus sebagai saksi," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Jumat (21/6).

Argo menjelaskan, pengungkapan jaringan internasional ini berawal dari informasi masyarakat. Di mana adanya transaksi narkotika di perairan perbatasan Malaysia dan Indonesia, dan akhirnya polisi mengamankan para tersangka.

Lanjut Argo, dari pengakuan para tersangka mereka biasanya melakukan transaksi menggunakan telepon satelit di atas kapal kayu di tengah perairan. Hal ini bertujuan untuk menghindari pengejaran aparat kepolisian.

"Transaksi dilakukan di perairan bebas agar tidak terdeteksi. Mereka juga menggunakan HP satelit untuk komunikasi biar tidak diketahui petugas polisi dan bea cukai," kata Argo.

Dalam penangkapan itu, polisi mengamankan barang bukti 12 bungkus alumunium foil berisi narkotika jenis sabu seberat 10.502 kilogram, dua bungkus alumunium foil berisi ekstasi, dan satu buah telepon genggam satelit.

"Setelah dilakukan interogasi, mereka mengaku diperintah LIM yang diduga WNA Malaysia. Saat ini masih dilakukan pengejaran dengan koordinasi dengan Polda Kalimantan Barat dan polisi Malaysia," pungkas Argo.

Atas perbuatannya, ketiga tersangka dijerat Pasal 113 Subsider Pasal 114 Ayat 2 Subsider Pasal 112 Ayat 2 Jo Pasal 132 Ayat 1 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika ancaman hukumannya seumur hidup atau pidana mati. [gil]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini