Sejak pukul 08.00 WIB, bangsal Kepatihan di kompleks kantor Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta sudah dipadati warga yang hendak mengikuti kegiatan silaturahim (open house) dengan Sri Sultan Hamengku Buwono X, Rabu (22/7). Namun, saat warga sedang mengantre, tiba-tiba ada beberapa pegawai negeri sipil menyerobot barisan.Ulah para abdi negara itu langsung memancing emosi warga. Banyak orang mencibir dan memprotes kelakuan para PNS itu lantaran tidak mau mengantre buat bersalaman dengan Sultan. Bahkan mereka pun disoraki."Wooooo, antri! antri!" kata para warga yang masih antre.Meski dipermalukan, tetapi beberapa PNS memilih mengabaikan dan ngotot berbaris guna bersalaman dengan Sultan, GKR Hemas, dan Sri Paduka Pakualam IX.Dari pantauan merdeka.com, jumlah peserta open house kali ini mencapai 3000 orang. Sebagian besar peserta didominasi oleh lansia.Salah satunya Marsinem (63 tahun) warga Patalan, Bantul yang sengaja datang buat bersalaman dengan Sultan. Meski sudah uzur, dia tetap bersemangat."Ini kan lebaran, ya sungkeman dengan Sultan, minta pangestu," kata Marsinem seusai bersalaman dengan Sultan.
Marsinem tidak datang sendiri. Dia ditemani tetangganya menyewa sebuah bus dari kampungnya buat bersama-sama menghadiri open house."Ini yang kedua, tahun lalu juga datang sama-sama," ujar Marsinem.Hal serupa juga diungkapkan Ciptoharjo (67 tahun) warga Patalan, Bantul. Nenek sebelas cucu ini mengaku sengaja datang ke open house hanya buat bertemu dengan Sultan dan GKR Hemas.
"Mau salaman dengan Sultan dan Ratu Hemas, kemarin kan habis puasa, terus lebaran," kata Ciptoharjo.
Advertisement