Said Aqil Siradj puji pelaksanaan aksi 2-12 berjalan aman & tertib

Sabtu, 3 Desember 2016 23:32 Reporter : Darmadi Sasongko
Said Aqil Siradj puji pelaksanaan aksi 2-12 berjalan aman & tertib Ketua PBNU Said Aqil Siradj. ©2014 merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PB NU), Said Aqil Siradj, memuji aksi Bela Islam Jilid III pada 2 Desember kemarin berjalan aman, lancar dan damai. Aksi dengan jutaan umat Islam di Kawasan Monas, Jakarta itu berjalan tanpa insiden berarti, kendati awalnya banyak pihak mengkhawatirkan.

"Demo kemarin bagus. Alhamdulillah Tuhan masih menyelamatkan Indonesia, walaupun berkerumun orang jutaan, tapi berjalan dengan aman dan tertib. Betul-betul tangan Tuhan yang menjaga Indonesia," kata Said Aqil Siradj usai menjadi pembicara Batu International Islamic Tourism di Balai Kota Among Tani, Kota Batu, Sabtu (3/12).

Kekhawatiran akan terjadinya konflik akhirnya tidak terbukti, bahkan massa bisa dengan tertib menyampaikan aspirasinya. Pihak keamanan juga bekerja sesuai prosedur, sehingga peserta aksi bisa nyaman menjalankan agendanya hingga selesai.

"Secara logika, kumpul seperti itu kan sulit dikendalikan, sulit dipantau, sulit dikonsolidasikan, kita khawatirkan terjadi apa-apa kan," katanya.

Said Aqil juga memuji keputusan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang turut menjalankan Salat Jumat bersama para peserta aksi. Langkah Presiden Jokowi dinilainya sudah sangat tepat.

"Langkah Presiden bagus, bagus sekali. Beliau dapat panggung itu," paparnya tersenyum.

Said Aqil berada di Kota Batu dalam rangka berbicara di seminar internasional dalam rangkaian Batu International Islamic Tourism. Pihaknya mendukung langkah Pemerintah Kota Batu yang berniat mewujudkan wisata halal.

"Kami dukung jika Kota Batu ingin mewujudkan wisata halal. Lewat even ini diharapkan muncul gagasan wisata halal yang sebenarnya," ungkapnya.

Katanya, Batu International Islamic Tourism juga menjadi bukti keberagaman Indonesia. Budaya merupakan infrastruktur atau pilar agama, sehingga budaya dan kesenian harus tetap dijaga dan dirawat.

Negara-negara lain, katanya, menyimpan iri melihat Indonesia dengan keberagaman tersebut. Sepatutnya bangsa Indonesia, dalam hal ini para penduduknya, merawat dan menjaganya. [lia]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini